Hamas Bebaskan Tiga Tawanan Israel dan Lima Warga Thailand, Digelar di Depan Rumah Yahya Sinwar
Hamas dan Jihad Islam kemarin membeaskan tiga tawanan Israel dan lima warga pekerja Thailand di Gaza.
Kelompok perlawanan Palestina Hamas dan Jihad Islam kemarin membebaskan tiga tawanan Israel dan lima warga Thailand kepada Palang Merah dalam pertukaran tawanan ketiga dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata awal bulan ini.
Tentara perempuan Israel Agam Berger diserahkan ke Palang Merah di Kota Jabalia, Gaza Utara pada Kamis pagi dan tak lama kemudian Arbel Yahud, Gadi Mozes, dan lima warga Thailand dibebaskan di Kota Khan Yunis, Gaza Selatan.
Dilansir the Cradle, Yehud ditawan oleh kelompok Brigade al-Quds Jihad Islam Palestina (PIJ). Para pejuang Brigade al-Qassam Hamas dan Brigade al-Quds Jihad Islam terlihat cukup banyak hadir dalam acara pembebasan itu.
Warga Thailand dan dua warga Israel dibebaskan di depan rumah yang hancur milik mendiang Pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Khan Yunis.
"Apa yang terjadi hari ini menegaskan persatuan Brigade Qassam, Brigade Quds, dan pasukan perlawanan lainnya di medan pertempuran dan dalam acara pertukaran tawanan yang berlangsung di depan rumah syahid Abu Ibrahim (Sinwar)," kata pernyataan Hamas kemarin.
Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan 110 tawanan Palestina beberapa jam kemudian.
Zakaria Zubaidi, salah satu dari enam warga Palestina yang berhasil kabur dari Penjara Gilboa pada 2021 dan kemudian tertangkap lagi beberapa hari kemudian, akan dibebaskan dan dipulangkan ke kampung halamannya di Jenin, wilayah pendudukan Tepi Barat.
Sebanyak 33 warga Palestina yang akan dibebaskan adalah mereka yang dihukum penjara seumur hidup.
Dalam beberapa pekan mendatang lebih dari 1.000 tawanan Palestina akan dibebaskan dan lebih dari belasan tawanan Israel juga akan ditukar sebagai bagian dari kesepakatan tahap pertama dari gencatan senjata. Negosiasi untuk tahap kedua akan berlangsung 16 hari setelah tahap pertama rampung.