Israel akan membebaskan 50 tahanan Palestina termasuk 30 orang yang menjalani hukuman seumur hidup untuk setiap tentara wanita yang masih ditahan Hamas di Jalur Gaza, menurut draf gencatan senjata yang sedang dibahas antara Israel dan Hamas, seperti dilaporkan Associated Press.
Perjanjian tiga fase ini akan dimulai dengan pembebasan bertahap 33 tawanan Israel selama periode 42 hari, termasuk perempuan, anak-anak, lansia, dan warga sipil yang terluka, dengan imbalan ratusan perempuan dan anak-anak Palestina yang dipenjarakan Israel.
Di antara 33 orang tersebut adalah lima tentara wanita Israel, yang masing-masing akan dibebaskan dengan imbalan 50 tahanan Palestina, termasuk 30 warga Palestina yang dipenjara seumur hidup oleh Israel, seperti dikutip dari The Times of Israel, Rabu (15/1).
Selama fase pertama gencatan senjata, Israel akan menarik diri dari sejumlah titik di Gaza. Selain itu, warga Palestina akan diizinkan kembali ke rumah mereka di Gaza utara, dan 600 truk berisi bantuan kemanusiaan akan masuk ke Gaza setiap hari.
Israel akan tetap menguasai Koridor Philadelphi selama gencatan senjata fase pertama. Koridor ini membagi Gaza jadi dua bagian. Israel juga harus menarik diri sepenuhnya dari Koridor Netzarim, jalur yang melintasi Gaza tengah.
Pada fase kedua gencatan senjata, Hamas akan membebeskan tawanan Israel yang masih tersisa yaitu para tentara pria Israel, yang bakal ditukar dengan lebih banyak tahanan Palestina dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.
Pada fase ketiga, jasad tawanan di Gaza akan dikembalikan ke Israel dan ditukar dengan rencana rekonstruksi tiga sampai lima tahun di Gaza di bawah pengawasan internasional.