Detektif yang menyelidiki perawat pembunuh berantai, Lucy Letby, 33 tahun, "terkejut" oleh sejumlah materi yang ditemukan di rumahnya.
Selain itu detektif juga menemukan buku catatan hariannya yang ternyata memuat “sistem berkode” yang berisi petunjuk-petunjuk untuk mengungkapkan bukti kunci dalam kasus ini.
Dia dengan sengaja menyuntikkan udara ke bayi, memaksa mereka minum susu atau meracuni mereka dengan insulin. Pengadilan menyebut tindakannya adalah "kampanye pembunuhan anak yang kejam, terencana, dan sinis".
Advertisement
Tim penyelidik mengatakan, ketika dia pertama kali ditangkap pada 3 Juni 2018 mereka menemukan puluhan catatan post-it dan potongan kertas di rumahnya di Blacon, Cheshire. Catatan itu ditunjukkan kepada juri selama sidang pengadilan 10 bulan di Pengadilan Manchester.
Advertisement
Namun, yang lebih mengejutkan adalah dia juga menulis beberapa entri di dalam buku harian yang mendetil tentang penyelidikan polisi terhadap pembunuhan-pembunuhan tersebut.
Advertisement
Dia juga menjelaskan catatan harian Letby mengandung kode tanda bintang berwarna dan simbol-simbol lain yang mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting.
This is descriptionDokter-dokter senior yang bekerja dengan Letby telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa dia adalah satu-satunya tenaga medis yang bertugas saat bayi-bayi prematur tiba-tiba kolaps dan meninggal di rumah sakit di bagian Barat Laut Inggris.
Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran karena manajer rumah sakit dapat terhindar dari pertanggungjawaban karena mengutamakan reputasi rumah sakit ketimbang keselamatan bayi.
Advertisement