Pekerjaan di malam hari sering kali membuat seseorang merasa lebih sensitif, terutama karena kelelahan setelah bekerja seharian.
Untuk menghindari kesulitan yang ditimbulkan oleh shift malam, seorang perawat di Jerman justru terjerat dalam kasus pembunuhan pasiennya.
Umumnya, seorang tenaga medis berperan dalam memberikan kenyamanan dan dukungan untuk kesembuhan pasien.
Namun, perawat tersebut malah menyuntikkan obat penenang demi meringankan beban kerjanya di malam hari, yang berujung pada kematian setidaknya 10 orang, seperti yang dilaporkan oleh Oddity Central pada Minggu (9/11).
Pria berusia 44 tahun ini bekerja di sebuah rumah sakit di Wuerselen, Jerman Barat, dan telah menjalani profesinya sejak tahun 2020.
Namun, kenyataannya cukup mengejutkan karena ia tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan standar pelayanan yang seharusnya. Dalam persidangan, jaksa menuduh bahwa perawat tersebut tidak melaksanakan tanggung jawabnya dengan penuh motivasi dan semangat.
Laporan tambahan juga menunjukkan bahwa pasien-pasien yang paling membutuhkan perawatan sering kali membuatnya merasa jengkel.
Menurut jaksa penuntut, bukti yang berhasil dikumpulkan menunjukkan bahwa sebagian besar pasiennya adalah orang lanjut usia, dan ia memberikan obat penghilang rasa sakit dalam dosis tinggi, seperti morfin dan midazolam.
Advertisement
Pembelaan yang diajukan oleh perawat tersebut menyatakan bahwa ia hanya berusaha menidurkan pasien, dengan alasan bahwa "tidur adalah obat terbaik," dan ia tidak menyadari bahwa obat yang digunakannya dapat berakibat fatal.
Pengadilan di Aachen baru-baru ini menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat kepada perawat itu.
Ia tidak hanya terbukti membunuh setidaknya 10 pasien, tetapi juga didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap 27 orang lainnya antara Desember 2023 dan Mei 2024.
Meskipun identitas terdakwa belum dipublikasikan, penyidik masih melanjutkan penyelidikan terhadap sejumlah kasus mencurigakan lainnya sepanjang karier medisnya setelah menyadari adanya pola tindakan yang berulang.