Ilmuwan Temukan Koleksi Perhiasan Berusia 2.700 Tahun, Terbuat dari Material di Luar Bumi
Artefak ini ditemukan di situs pemakaman kuno di Polandia.
Para ilmuwan menemukan koleksi perhiasan berusia 2.700 tahun di Polandia. Uniknya, satu set perhiasan ini terbuat dari batu meteorit. Penemuan ini memberikan wawasan baru terkait teknik teknik pengerjaan logam awal dan penggunaan bahan-bahan langka oleh masyarakat kuno.
Dikutip dari Times of India, Rabu (26/2), artefak besi ini ditemukan di situs pemakaman. Hasil temuan para ahli ini dipublikasikan dalam Journal of Archaelogical Science.
Ada 26 perhiasan yang ditemukan, terdiri dari gelang, peniti, dan gelang kaki, semuanya terbuat dari nikel kualitas tinggi, mengindikasikan logam tersebut berasal dari meteorit. Penemuan ini penting bukan hanya karena besi meteorit merupakan benda langka, tapi juga karena situs tersebut menyimpan koleksi terbesar artefak yang pernah ditemukan di satu tempat.
Penemuan ini juga menyoroti canggihnya pengolahan logam awal di Eropa dan membuka pertanyaan baru tentang bagaimana masyarakat awal menggunakan material dari luar angkasa, menurut penelitian tersebut.
Selama Zaman Perunggu, besi yang berasal dari luar angkasa dianggap langka dan berharga, dan kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Namun, pada masa ketika kebudayaan Lusatian berkembang di Polandia antara tahun 750 SM dan 600 SM, besi meteorit kehilangan status sakralnya dan digunakan untuk pembuatan perkakas untuk keperluan sehari-hari.
Artefak ini ditemukan tersebar di berbagai makam baik milik pria, wanita, dan anak-anak. Ini menandakan besi meteorit tidak lagi dikhususkan untuk para elit atau untuk ritual keagamaan, namun menjadi material yang dapat diakses semua pihak.
Artefak ini berasal dari batu meteorit tunggal. Para peneliti menduga pengrajin menyaksikan langsung jatuhnya batu meteorit dari luar angkasa, yang kemudian digunakan untuk membuat perhiasan.