Epstein Sebut Penguasa UEA Jebak Pangeran MBS dalam Kasus Khashoggi
Pembunuhan Jamal Khashoggi yang disebutkan oleh Epstein mengejutkan dunia, mengingat peristiwa itu terjadi di dalam kedutaan besar negara asing.
Dokumen korespondensi yang baru dirilis terkait Epstein Files menunjukkan adanya pertukaran pesan antara Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual, dan sejumlah kontaknya setelah pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul, Turki.
Pesan-pesan ini dipublikasikan pada Jumat (30/1/2026) malam sebagai bagian dari kumpulan dokumen yang lebih luas, dengan total sekitar tiga juta dokumen, termasuk percakapan antara Epstein dan seorang pria bernama Anas al-Rashid.
Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, dan intelijen Amerika Serikat (AS) menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menyetujui operasi pembunuhan tersebut. Pada 12 Oktober 2018, kasus ini berkembang menjadi krisis internasional yang memicu kecaman global atas tindakan brutal terhadap Khashoggi, yang merupakan kontributor Middle East Eye dan kolumnis Washington Post.
Dalam sebuah pesan yang dikirim pada 12 Oktober 2018, Anas al-Rashid menggambarkan pembunuhan itu sebagai "ugly .. very ugly" atau "buruk .. sangat buruk". Seperti yang dikutip dari laporan Middle East Eye, Epstein membalas dengan pernyataan, "smells like something bigger to me. I wouldn't be surprised if MBZ set him up", yang mengindikasikan bahwa ia mencium adanya sesuatu yang lebih besar dan tidak akan terkejut jika Mohammed bin Zayed (MBZ), penguasa Uni Emirat Arab (UEA), terlibat dalam kejadian tersebut.
Al-Rashid memberikan respons singkat dengan hanya menuliskan "mmmmmm". Ketika Epstein meminta penjelasan lebih lanjut, Al-Rashid menegaskan bahwa situasi tersebut sulit untuk dipastikan, mengingat informasi yang bocor secara terencana dan menyebar dengan sangat cepat. Ia juga memperingatkan bahwa krisis ini telah berubah menjadi perang citra di media internasional, dan menyatakan, "Ini sekarang adalah perang media. Saya pikir Saudi sedang kehilangan Trump jika mereka tidak mulai membela diri. Pertahanan terbaik adalah kebenaran meskipun itu buruk, menurut pendapat saya."
Permintaan untuk Bertemu dari MBZ
Dalam email lanjutan yang terdapat dalam dokumen, Epstein mengungkapkan bahwa ia menerima informasi dari sebuah "sumber sekunder" mengenai salah satu peserta dalam operasi pembunuhan yang merekam video menggunakan ponsel sebelum perangkat tersebut diretas dan rekamannya berhasil diperoleh. Korespondensi ini tidak menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas peretasan ponsel tersebut.
Pada tanggal 13 Oktober 2018, Epstein kembali mengajukan sejumlah pertanyaan dalam pertukaran pesan lainnya. Ia membahas kemungkinan bahwa Jamal Khashoggi dapat dilabeli sebagai "teroris" serta mengemukakan skenario di mana operasi rahasia yang ditujukan kepada Khashoggi mengalami kegagalan atau berubah menjadi jebakan yang telah direncanakan sejak awal, sambil terus menyebut nama MBZ.
Malam itu juga, dokumen menunjukkan bahwa Epstein menerima pesan dari seorang kenalan yang namanya disamarkan, yang menyatakan bahwa MBZ meminta pertemuan yang bersifat "mendesak" dengan rencana keberangkatan keesokan harinya.
Secara terpisah, sebuah memo dari FBI yang juga dirilis pada malam Jumat mengindikasikan bahwa Epstein memiliki hubungan kerja sama dengan intelijen AS dan Israel. Memo tersebut menjelaskan bahwa Epstein memiliki kedekatan dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilaporkan pernah dilatih sebagai mata-mata di bawah bimbingannya. Informasi ini menunjukkan betapa kompleksnya jaringan hubungan yang melibatkan Epstein dan tokoh-tokoh penting di dunia internasional.