2 Penerbangan dari Indonesia Terdampak Drone Jatuh di UEA, Pesawat Dialihkan ke Abu Dhabi dan Dubai
Serpihan tersebut ditemukan di beberapa lokasi, termasuk di area dekat Bandara Internasional Dubai. Insiden itu menimbulkan kebakaran.
Kementerian Luar Negeri menerima laporan ada dua penerbangan dari Indonesia yang terdampak insiden drone di Uni Emirat Arab (UEA), Senin (16/3). Lantaran ada serangan drone, ruang udara UEA ditutup sementara.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan perwakilan Indonesia di UEA melaporkan serpihan drone jatuh di wilayah Dubai pada Senin (16/3).
Serpihan tersebut ditemukan di beberapa lokasi, termasuk di area dekat Bandara Internasional Dubai. Insiden itu menimbulkan kebakaran dan menghentikan sementara aktivitas bandara.
"Terkait dengan warga negara Indonesia, terdapat dua penerbangan maskapai Emirates dari Indonesia menuju Dubai yang terdampak pengalihan pendaratan," kata Heni dalam pernyataan tertulis yang diterima Selasa (17/3).
Salah satu penerbangan tersebut adalah Emirates EK-359 dari Jakarta dengan perkiraan 309 penumpang, yang dialihkan ke Bandara Internasional Zayed, Abu Dhabi.
Penerbangan lainnya adalah Emirates EK-399 dari Denpasar dengan perkiraan 300 penumpang, yang mendarat di Bandara Internasional Al-Maktoum, Dubai. "Sejauh ini, tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban ataupun meminta bantuan terkait insiden tersebut," kata Heni.
Kemlu Terus Pantau Situasi
Heni memastikan Kemlu melalui perwakilannya di UEA terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat serta maskapai untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan WNI.
Insiden jatuhnya serpihan drone juga dilaporkan terjadi di Fujairah dan Umm Al Quwain, kata Heni.
Penangguhan Penerbangan
Otoritas penerbangan sipil UEA, GCAA, pada Senin mengumumkan penangguhan penerbangan di Bandara Internasional Dubai sebagai upaya preventif.
Langkah tersebut diambil setelah sebuah tangki bahan bakar di dekat bandara itu terbakar, yang diduga akibat serangan drone. Tidak ada korban dalam insiden itu.
Kantor berita WAM pada Selasa melaporkan GCAA telah membuka kembali ruang udara UEA setelah situasi dinilai membaik. Seperti dikutip Antara.