Fariz RM Minta Maaf di Sidang, Ini Isi Nota Pembelaan Terkait Kasus Narkoba
Fariz RM menyampaikan pledoi dalam sidang kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, (11/8).
Musisi veteran Fariz Rustam Munaf, yang lebih dikenal sebagai Fariz RM, menyampaikan nota pembelaan atau pledoi dalam sidang lanjutan kasus narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (11/8).
Dalam pledoinya, Fariz RM tidak hanya meminta keringanan hukuman, tetapi juga menceritakan perjuangannya yang panjang melawan kecanduan barang haram tersebut.
Sebelum Fariz RM menyampaikan pembelaannya, tim penasihat hukum yang dipimpin oleh Deolipa Yumara telah terlebih dahulu mengajukan delapan poin pledoi untuk kliennya yang terlibat dalam kasus narkoba yang bukan pertama kali ini.
Salah satu poin penting yang mereka sampaikan adalah permohonan agar Majelis Hakim membebaskan Fariz RM atau setidaknya menetapkan hukuman rehabilitasi. Pihak pengacara menegaskan bahwa Fariz RM adalah korban sebagai pengguna, bukan pengedar seperti yang didakwa oleh jaksa.
Setelah tim penasihat hukum selesai membacakan pledoi, Fariz RM diberi kesempatan untuk menyampaikan pembelaan pribadinya secara langsung.
"Kesalahan saya yang terbesar adalah saya memilih untuk menggunakan narkotika di masa muda dulu, yang selanjutnya menjadi kebiasaan buruk dalam diri saya," ungkap Fariz RM dalam sidang tersebut. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran dan penyesalan yang mendalam atas keputusan yang telah diambilnya di masa lalu.
Hindari penggunaan narkoba saat bekerja
Walaupun terjebak dalam kebiasaan yang kurang baik, penyanyi yang dikenal dengan lagu "Sakura" ini berusaha untuk menggambarkan kehidupannya secara menyeluruh. Dia menegaskan bahwa ketergantungannya tidak sampai merusak profesionalisme sebagai seorang musisi.
"Secara jujur harus saya sampaikan, hal tersebut tidak mengganggu aktivitas profesi saya, karena saya tidak pernah menggunakan narkotika di saat bekerja, sehingga tidak memengaruhi reputasi secara langsung," ungkap Fariz RM.
Dengan pernyataan ini, ia menunjukkan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas dan integritas dalam kariernya meskipun menghadapi tantangan pribadi.
Fariz RM berusaha untuk memberikan pandangan yang lebih dalam mengenai kehidupannya meskipun harus berurusan dengan kebiasaan yang dianggap negatif. Ia menekankan bahwa ketergantungannya tidak berdampak pada profesionalismenya sebagai seorang artis.
"Secara jujur harus saya sampaikan, hal tersebut tidak mengganggu aktivitas profesi saya, karena saya tidak pernah menggunakan narkotika di saat bekerja, sehingga tidak memengaruhi reputasi secara langsung," kata Fariz RM.
Dengan demikian, ia ingin menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, ia tetap berkomitmen untuk menjaga reputasi dan kualitas dalam pekerjaannya sebagai musisi.
Saya memiliki titik lemah
Dalam penjelasannya, Fariz RM mengungkapkan alasan mengapa ia terjatuh kembali ke dalam masalah yang sama. Ia tidak menyembunyikan kelemahannya dan mengakui adanya faktor-faktor tertentu yang mendorongnya untuk kembali mencari pelarian melalui penggunaan zat terlarang.
"Sebagaimana manusia, saya pernah sampaikan bahwa saya memiliki titik lemah, Yang Mulia. Saya akui saya memiliki kelemahan di mana saya seringkali tergelincir di saat saya sedang mendapat gangguan tekanan psikis. Saya tergelincir untuk menggunakan lagi," jelas Fariz RM.
Fariz RM mengakui bahwa tantangan hidup yang dialaminya sering kali menjadi pemicu untuk kembali menggunakan obat terlarang. Ia menyampaikan bahwa meskipun sudah berusaha untuk mengatasi masalah tersebut, tekanan psikologis yang datang kadang-kadang sulit untuk dihadapi.
"Sebagaimana manusia, saya pernah sampaikan bahwa saya memiliki titik lemah, Yang Mulia. Saya akui saya memiliki kelemahan di mana saya seringkali tergelincir di saat saya sedang mendapat gangguan tekanan psikis. Saya tergelincir untuk menggunakan lagi," ungkapnya dengan penuh penyesalan.
Saya meminta maaf
Fariz mengungkapkan bahwa ia siap menerima keputusan apa pun yang akan ditetapkan oleh pengadilan. Ia melihat proses hukum ini bukan sebagai akhir, melainkan sebagai bagian dari takdir yang harus dilalui untuk menjadi individu yang lebih baik.
"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya akan menerima putusan pengadilan dalam kasus hukum saya kali ini. Saya percaya bahwa apapun putusan hukum yang akan saya terima sebagai sanksi insyaallah merupakan kehendak Allah yang memberi saya kesempatan dan peluang sekali lagi untuk saya bisa memperbaiki diri," ungkap Fariz RM.
Di kesempatan yang sama, Fariz RM juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa kecewa akibat tindakannya. Ia berkomitmen bahwa ini akan menjadi proses hukum terakhirnya dan berjanji tidak akan terlibat lagi dengan barang-barang terlarang.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf karena saya menyesali perbuatan saya selama ini sepanjang hidup, dan insyaallah saya diberikan kesempatan dan peluang untuk memperbaiki diri. Saya juga berjanji di hadapan majelis bahwa ini akan menjadi kali terakhir bagi saya untuk terlibat dalam kebiasaan buruk yang mungkin telah menjadi catatan," kata dia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3504984/original/065920800_1625734879-artis.jpg)