Wamenaker Sayangkan Keputusan Kurator Tempuh PHK di Sritex: Tidak Perhatikan Aspek Sosial
Immanuel yang akrab dipanggil Noel mempertanyakan, apakah Kurator melibatkan ahli ekonomi tekstil dan produk tekstil, dan ahli keuangan?
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan menyayangkan keputusan kurator yang menempuh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap hampir 11.000 buruh PT Sritex Tbk, bukannya menempuh kelangsungan usaha (going concern).
"Secara normatif hal itu memang hak Kurator. Namun keputusan PHK Sritex tidak memperhatikan aspek sosial. Apa konsekuensi bagi ekosistem buruh dan masyarakat setempat?" kata Immanuel dalam keterangannya, Sabtu (1/3).
Immanuel yang akrab dipanggil Noel mempertanyakan, apakah Kurator melibatkan ahli ekonomi tekstil dan produk tekstil, dan ahli keuangan? Kemampuan perusahaan untuk bangkit, tentu lebih relevan menjadi wilayah ahli ekonomi terkait.
"Kalau Kurator hanya menggunakan palu kekuasaan di tangan mereka, apakah memperhatikan aspek sosial? Bukankah sesungguhnya keputusan hukum selalu memperhatikan aspek sosial?" terang dia.
Noel mengaku pihaknya dan kementerian terkait beserta manajemen Sritex sesungguhnya sudah berusaha agar menjaga kelangsungan usaha. Demi buruh, kelangsungan usaha adalah pilihan ideal.
"Saya mengajak para ahli terkait untuk memikirkan bagaimana aspek sosial juga masuk dalam pertimbangan Kurator. Perlu keseimbangan pertimbangan teknis ekonomi dan sosial. Jangan sampai, perusahaan sesungguhnya masih bisa bangkit, namun diputus pailit."
Dengan perkembangan terakhir, Kemnaker menjamin hak-hak buruh untuk memperoleh pesangon dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Kemnaker di garis terdepan membela hak buruh, dan pemerintah menjamin buruh akan memperoleh hak-haknya," tegasnya.
Perpisahan di Kantor Sritex
Jumat 28 Februari menjadi hari terakhir karyawan PT Sri Rejeki Isman Textile (Sritex) Tbk bekerja di raksasa tekstil Asia Tenggara tersebut. Isak tangis mewarnai acara perpisahan yang dihadiri ribuan karyawan dan keluarga Lukminto, termasuk Iwan Setiawan Lukminto yang merupakan Komisaris Utama Sritex dan Iwan Kurniawan Lukminto alias Wawan, selaku Direktur Utama Sritex.
Acara perpisahan berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB di tengah guyuran hujan. Suasana haru makin terasa saat Iwan Lukminto memberikan sambutan perpisahan. Dia mengajak mantan karyawan agar menjadikan peristiwa tersebut menjadi momentum yang menjadikan semua pribadi lebih baik.
"Peristiwa ini kita jadikan momentum juga untuk kembalinya kita yang lebih baik lagi. Lebih kuat lagi. Mungkin dulu ada yang salah, ada yang mencuri kancing baju dan jarum. Dosa dosa kecil itu kita kumpulkan terlalu banyak. Saat ini, kita harus melihat diri lagi ada apa," katanya.
Wawan juga meminta maaf kepada karyawan jika selama kepemimpinannya di Sritex belum bisa membawa banyak perubahan.
"58 tahun kita sudah ada di sini, ini bukanlah waktu yang singkat. Saya minta maaf jika belum banyak membawa perubahan. Tetapi, setiap masalah harus kita hadapi," tandasnya.
Kepada hadirin, Wawan juga berpesan agar setiap orang yang membuat masalah harus berani bertanggungjawab. Termasuk dirinya yang juga siap menghadapi siapa pun yang membuat masalah. Baik itu masalah yang terjadi di pengadilan, kurator, dan lainnya.
"Semua akan saya hadapi. Harapan saya semua akan terus berkarya. Pakailah semua ajaran baik dari Sritex untuk menjadi orang yang lebih baik," katanya lagi.
Suasana Semakin Haru
Usai sambutan, suasana semakin haru saat seluruh hadirin menyanyikan lagu 'Kenangan Terindah' yang dipopulerkan oleh grup band Samson. Mereka saling bersalaman, berpelukan sambil mengucapkan salam perpisahan.
Tak terkecuali keluarga mendiang Lukminto. Wawan dan lainnya tak canggung memeluk satu persatu mantan karyawan untuk saling menguatkan.
Di akhir acara semua yang hadir kemudian bersama-sama menyanyikan lagu 'Kenangan Terindah' yang dipopulerkan oleh grup band Samson.
Suasana semakin terasa haru ketika mereka saling bersalaman, berpelukan sambil mengucapkan salam perpisahan. Iwan pun tak kuasa menahan tangisnya di hadapan ribuan karyawan PT Sritex.