Update Terkini Harga Pangan Nasional: Bawang Merah dan Cabai Rawit Melambung Tinggi
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat kenaikan signifikan pada sejumlah komoditas utama, seperti bawang merah dan cabai rawit, memicu perhatian terhadap stabilitas harga pangan.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional melaporkan adanya lonjakan harga pada sejumlah komoditas pangan strategis. Data terbaru menunjukkan bawang merah dan cabai rawit merah mengalami kenaikan signifikan di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Per Sabtu, 22 November, pukul 10.30 WIB, PIHPS mencatat harga bawang merah mencapai Rp42.550 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah juga menyentuh angka Rp49.800 per kilogram di seluruh wilayah Indonesia.
Kenaikan ini tentu menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Informasi ini dirilis oleh Bank Indonesia melalui platform resminya untuk pemantauan harga pangan.
Lonjakan Harga Bawang dan Cabai
Menurut data PIHPS, harga bawang merah tercatat Rp42.550 per kilogram, sementara cabai rawit merah mencapai Rp49.800 per kilogram. Kenaikan harga ini menjadi salah satu sorotan utama dalam laporan terbaru.
Selain itu, komoditas bawang putih juga menunjukkan harga yang cukup tinggi yakni Rp38.900 per kilogram. Untuk jenis cabai lainnya, cabai merah besar mencapai Rp57.350 per kilogram, cabai merah keriting Rp56.650 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp40.200 per kilogram.
Fluktuasi harga pada komoditas bawang dan cabai ini seringkali menjadi indikator penting terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk menstabilkan harga pangan pokok ini.
Stabilitas Harga Beras di Berbagai Kualitas
Dalam kategori beras, PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I di angka Rp14.400 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II sedikit lebih rendah yaitu Rp14.300 per kilogram. Harga ini menunjukkan adanya variasi berdasarkan kualitas.
Untuk beras kualitas medium, beras medium I berada di harga Rp15.850 per kilogram, dan beras medium II tercatat Rp15.700 per kilogram. Kualitas medium ini menjadi pilihan banyak konsumen karena harganya yang relatif terjangkau.
Sementara itu, beras kualitas super I dipatok Rp17.050 per kilogram, dan beras kualitas super II di harga Rp16.550 per kilogram. Harga beras secara keseluruhan menunjukkan stabilitas relatif di berbagai segmen kualitas.
Perkembangan Harga Daging dan Telur
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp39.550 per kilogram. Daging sapi juga menunjukkan variasi harga, dengan kualitas I mencapai Rp141.400 per kilogram dan kualitas II sebesar Rp133.050 per kilogram.
Telur ayam ras, yang merupakan salah satu kebutuhan pokok penting, dilaporkan PIHPS berada di harga Rp31.600 per kilogram. Harga telur ini menjadi perhatian karena seringkali mengalami perubahan yang cepat.
Ketersediaan dan harga daging serta telur sangat mempengaruhi asupan gizi masyarakat. Pemantauan harga pangan ini krusial untuk memastikan akses terhadap sumber protein yang memadai.
Komoditas Gula dan Minyak Goreng
PIHPS juga merilis data harga untuk komoditas gula dan minyak goreng. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.800 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp18.050 per kilogram.
Untuk minyak goreng, minyak goreng curah dibanderol Rp18.650 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp22.400 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp21.400 per liter.
Gula dan minyak goreng adalah dua komoditas esensial dalam rumah tangga yang harganya selalu menjadi perhatian. Data ini memberikan gambaran terkini mengenai biaya kebutuhan pokok sehari-hari.
Sumber: AntaraNews