Orang Kaya Ternyata Tetap Punya Utang, Ini Penjelasannya
Setiap orang tak akan luput dari utang, termasuk orang kaya.
Setiap orang tak akan luput dari utang, termasuk orang kaya.
Orang Kaya Ternyata Tetap Punya Utang, Ini Penjelasannya
Istilah utang biasanya identik dengan hal yang memalukan dan tak terlepas dari keterbatasan atau keterpaksaan.
Tapi tahukah Anda ternyata orang kaya juga punya utang.
Bahkan orang kaya biasanya memiliki utang dalam jumlah yang lebih banyak. Misalnya Elon Musk, yang punya kekayaan senilai USD187,1 miliar (setara Rp2,58 triliun) ternyata juga masih memiliki utang. Apa sebabnya?
Perlu diketahui bahwa ada dua jenis utang, yakni utang konsumtif dan utang produktif.
Utang konsumtif digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Biasanya utang ini dilakukan karena tidak memiliki kemampuan untuk membayar kebutuhan atau keinginan.
Contohnya seperti pinjaman online (pinjol), utang ke warung, memenuhi hobi, dan sebagainya.
Sedangkan utang produktif adalah utang yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang dapat menjadi sumber penghasilan di masa depan. Contohnya utang modal usaha, membangun properti produktif, membuat pabrik dan aset produktif lainnya. Utang jenis inilah yang biasanya dimiliki oleh pengusaha kaya.
Utang tidak selamanya identik dengan ketidakmampuan. Utang produktif dalam bentuk permodalan usaha yang membutuhkan perputaran uang yang sangat cepat, memang dibutuhkan dalam berbagai bentuk usaha.
Utang produktif dapat ditujukan untuk aspek-aspek yang berkontribusi langsung pada peningkatan penghasilan perusahaan.
Misalnya utang untuk ekspansi bisnis, beli lahan untuk membangun pabrik baru, membeli mesin produksi, dan lain-lain.
Alasan inilah yang membuat pengusaha bahkan perusahaan besar tetap memiliki beban utang. Bahkan orang terkaya sekalipun tetap punya utang dan bagi mereka, utang adalah hal yang wajar dalam menjalankan usahanya.
Jadi, jangan terpaku pada perspektif sempit dan berpikir utang adalah hal yang memalukan.
Mulai dari orang terkaya, perusahaan besar, sampai negara terbesar di dunia sekalipun tetap memiliki utang.