Jangkau Segmen Orang Super Kaya, Platform Pintu Kini Punya Layanan Eksklusif VIP
Aplikasi resmi Pintu kini meluncurkan fitur Pintu VIP yang ditujukan bagi pengguna dengan portofolio investasi lebih dari Rp 1 miliar.
PT Pintu Kemana Saja baru saja memperkenalkan Pintu VIP, sebuah program eksklusif yang menyediakan layanan premium trading untuk pengguna yang memiliki saldo atau volume perdagangan kripto di atas Rp1 miliar.
SVP Strategy & Business PINTU, Andy Putra, menyatakan bahwa pada Februari 2026, jumlah anggota Pintu VIP telah mencapai lebih dari 1.000 orang, dengan rata-rata pengguna setia aplikasi ini telah menggunakan layanan selama lebih dari 2,5 tahun.
"Dari segi demografi, generasi milenial mendominasi dengan hampir 30 persen dari seluruh total anggota Pintu VIP. Dengan domisili tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan kota-kota lainnya," ungkap Andy di Jakarta, Kamis (12/3).
Ia juga menjelaskan bahwa untuk menjadi anggota Pintu VIP, pengguna hanya perlu memenuhi salah satu dari kriteria yang telah ditetapkan, seperti saldo rata-rata minimal Rp1 miliar, total volume trading spot senilai Rp1 miliar atau lebih, serta total volume trading di Pintu Futures mencapai USDT 250 ribu atau lebih.
Layanan ini juga menyediakan fitur Weekly Market Insights, yang memberikan analisis pasar mingguan untuk membantu pengguna dalam mengambil keputusan investasi. Selain itu, ada juga Lower Trading Fed, sebuah platform jual/beli dengan biaya transaksi yang lebih rendah, terutama bagi mereka yang melakukan trading dalam volume besar. Tak ketinggalan, Exclusive Expert Session, yang menjadi wadah bagi pengguna untuk berdiskusi secara interaktif dengan para pakar kripto.
Tokenisasi Properti Melalui Teknologi Blockchain
Di sisi lain, industri kripto menemukan peluang signifikan di sektor properti dengan memanfaatkan teknologi blockchain, khususnya melalui skema tokenisasi aset. Menurut data dari Deloitte Center for Financial Services, pasar tokenisasi properti diperkirakan akan berkembang dari sekitar USD 300 miliar pada tahun 2024 menjadi USD 4 triliun, yang setara dengan Rp 67.450 triliun (berdasarkan kurs Rp 16.885 per dolar AS) pada tahun 2035.
Proyeksi ini mulai menarik perhatian para pengusaha kos yang tergabung dalam Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI), yang berupaya mendiversifikasi hasil usaha mereka melalui instrumen digital seperti tokenisasi properti.
"Kami melihat anggota ARKI sangat terbuka dan antusias mempelajari cara kerja investasi aset kripto, termasuk memahami manfaat dan risikonya. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah dan pemahaman yang komprehensif mengenai industri aset digital," ungkap SVP Strategy & Business Pintu, Andy Putra, beberapa waktu lalu.