Tokocrypto Gandeng BRI dan Mandiri, Permudah Akses Transaksi Kripto di Tengah Pelemahan Pasar
Tokocrypto Gandeng BRI dan Mandiri sebagai kanal deposit baru, permudah akses masyarakat untuk bertransaksi kripto dan stimulasi investor di tengah dinamika pasar yang menantang.
Tokocrypto, salah satu platform aset kripto terkemuka di Indonesia, baru saja mengumumkan kolaborasi strategisnya dengan dua bank BUMN besar. Mereka adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri. Langkah ini bertujuan untuk memperluas opsi deposit bagi para penggunanya.
Penambahan kanal deposit baru ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat luas. Tujuannya agar dapat berpartisipasi dalam ekosistem aset kripto. Ini juga menjadi upaya untuk mendorong kembali aktivitas transaksi di tengah kondisi pasar yang sedang lesu.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan. Mereka ingin membuat pasar kripto semakin inklusif dan mudah dijangkau oleh semua kalangan. Diharapkan, pilihan metode pembayaran yang lebih beragam dapat kembali menstimulasi minat investor.
Strategi Tokocrypto Hadapi Dinamika Pasar Kripto
Pasar aset kripto global mengalami pelemahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan nilai transaksi aset kripto pada Februari 2026 mencapai Rp24,33 triliun. Angka ini menurun dibandingkan Januari yang mencatat Rp29,28 triliun.
Penurunan volume transaksi ini sejalan dengan koreksi harga sejumlah aset kripto terkemuka di dunia. Dinamika ekonomi internasional juga turut memberikan dampak. Kondisi geopolitik yang memanas dan kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat menjadi faktor pendorong sentimen risk-off.
Calvin Kizana menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini adalah bagian dari siklus konsolidasi. Setelah lonjakan besar sebelumnya, pasar kripto kini mengalami koreksi. Meskipun demikian, Tokocrypto tetap optimistis dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Minat Investor Kripto Tetap Tinggi di Indonesia
Meskipun terjadi fluktuasi pasar, minat masyarakat Indonesia terhadap aset kripto masih tergolong tinggi. Hingga Februari 2026, jumlah konsumen aset kripto di Indonesia telah mencapai 21,07 juta orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan bulanan sebesar 1,76 persen.
Tokocrypto sendiri memiliki basis pengguna yang kuat, dengan sekitar 4,8 juta akun terdaftar. Pada tahun 2025, platform ini mencatat nilai transaksi fantastis mencapai Rp160 triliun. Hal ini membuktikan adanya basis investor yang aktif dan loyal.
Penambahan kanal deposit dari BRI dan Bank Mandiri melengkapi opsi yang sudah ada sebelumnya, seperti BCA dan QRIS. Ini sejalan dengan dorongan OJK untuk memperkuat industri kripto nasional. Tokocrypto berkomitmen untuk terus berinovasi demi kenyamanan pengguna.
Proyeksi Pemulihan dan Peran Literasi Kripto
Tokocrypto memproyeksikan kinerja transaksi akan membaik pada kuartal II 2026. Prediksi ini didasari oleh potensi stabilisasi kondisi makroekonomi dan geopolitik global. Harapan akan pemulihan pasar menjadi pendorong optimisme perusahaan.
Selain itu, momentum Bulan Literasi Kripto (BLK) yang berlangsung dari April hingga Mei 2026 juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman. Edukasi ini penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi aset digital. Program BLK menjadi ajang penting untuk mengedukasi investor.
Calvin Kizana menekankan pentingnya edukasi sebagai kunci keberlanjutan industri. Tokocrypto siap berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan kesadaran investor. Terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish seperti saat ini, pemahaman yang baik sangat diperlukan.
Sumber: AntaraNews