Volume Trading Pintu Futures Naik Tiga Kali Lipat, Cetak Rekor Tertinggi di Agustus
Volume trading Pintu Futures dari bulan Juni ke Juli naik hingga 170 persen dan di bulan Agustus secara Month-to-Month (MoM) naik sebesar 15 persen.
Salah satu produk aplikasi Pintu, Pintu Futures mencatat lonjakan volume trading hampir tiga kali lipat pada periode Juni–Juli 2025 dan kembali menorehkan rekor tertinggi di Agustus. Pencapaian ini diperkuat dengan hadirnya fitur akses cepat Pintu Futures di laman utama aplikasi Pintu.
Head of Product Marketing PIntu, Iskandar Mohammad mengungkapkan, volume trading Pintu Futures dari bulan Juni ke Juli naik hingga 170 persen dan di bulan Agustus secara Month-to-Month (MoM) naik sebesar 15 persen.
"Kami menilai terdapat beberapa faktor yang mendorong peningkatan volume trading Pintu Futures selain membaiknya kondisi pasar salah satunya adalah tersedianya fitur-fitur inovatif yang dapat dimaksimalkan oleh trader untuk perdagangan derivatif crypto seperti, Take Profit (TP)/Stop Loss (SL), indikator margin, hingga yang terbaru yaitu fitur price protection dan stop order," ucap Iskandar di Jakarta, Selasa (23/9).
Menurut dia, faktor selanjutnya yakni dengan terselenggaranya Pintu Futures Trading Competition dengan total 3.500 peserta dengan total hadiah mencapai Rp130 juta. Selain itu, kemudahan akses Pintu Futures langsung di laman utama aplikasi PIntu mencatatkan traffic positif hingga 28 persen secara MoM sejak diluncurkan pada bulan Agustus lalu.
"Seluruh pencapaian positif ini tidak lepas dari dukungan penuh pengguna Pintu yang setia menggunakan aplikasi PINTU serta berkontribusi terhadap peningkatan volume trading aset crypto di Indonesia," tambah Iskandar.
Transaksi aset kripto di Indonesia di tahun 2025 setiap bulannya dilaporkan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) transaksi kripto di bulan Juli naik 62,36 persen menjadi Rp52,46 triliun dari bulan Juni sebesar Rp32,31 triliun.
Jenis Transaksi Secara Spesifik
Spesifik pada transaksi derivatif crypto, data dari bursa kripto CFX menunjukkan, pada semester-I 2025, transaksinya tembus Rp33,54 triliun. Positifnya transaksi kripto di Indonesia ini sejalan dengan tingginya adopsi aset kripto di indonesia yang menurut Chainalysis ada di posisi ketujuh.
"Indonesia punya potensi besar di industri crypto dan ini menjadi pekerjaan bersama para pelaku pasar, regulator, dan investor crypto untuk terus mendorong adopsi crypto Indonesia dapat terus mengalami peningkatan sehingga kemajuan dari industri ini bisa memberikan kontribusi besar bagi perekonomian negara," tutup Iskandar.
Sebagai catatan bagi investor dan trader crypto di Indonesia, perdagangan derivatif kripto memiliki risiko tinggi sehingga penting sebelum memulai trading derivatif crypto perlu memahami konsep-konsep dasar, manajemen risiko, dan menggunakan uang dingin.