Selain Punya Banyak Uang, Ini Alasan Orang-Orang Kaya Malas Punya Kredit
Ada kalanya, membayar tunai lebih hemat dibandingkan harus mencicil.
Membeli sesuatu dengan mencicil menjadi pilihan yang sering diambil oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini sangat rasional mengingat pendapatan dengan kebutuhan primer hidup kerap tidak imbang.
Membeli sesuatu dengan mencicil juga sejatinya dilakukan oleh orang-orang kaya. Hanya saja, ada barang tertentu yang dibeli secara tunai oleh orang kaya dibandingkan dengan mencicil atau kredit.
Menurut Pew Research Center, kelas atas mencakup setiap rumah tangga dengan pendapatan setidaknya dua kali lipat rata-rata nasional.
Pendapatan rumah tangga rata-rata kelas menengah di Amerika pada tahun 2022 dilaporkan USD74,580 atau setara dengan Rp1,2 miliar.
Berikut barang-barang yang lebih disukai orang kaya yang dibeli secara tunai.
1. Mobil dan yacht
Harga kendaraan mewah bisa mencapai miliaran rupiah. Itu sebabnya masyarakat kelas menengah umumnya tidak langsung membayarnya. Sementara itu, kelas atas memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam mengatur uang mereka.
"Orang-orang kaya telah mengumpulkan cukup banyak pendapatan sehingga mereka tidak perlu membiayai dan membayar langsung,” kata Nischay Rawal, akuntan publik bersertifikat di NR Tax & Consulting.
"Sebagai CPA, saya sering melihat klien dengan kekayaan bersih tinggi membeli kendaraan mewah [dan] perahu secara tunai. Misalnya, satu klien baru-baru ini membeli mobil sport senilai Rp2 miliar dan membayar tunai.”
Membayar tunai untuk barang-barang ini berarti tidak dikenakan bunga, yang merupakan cara strategis untuk berhemat. Ditambah lagi, banyak dealer yang lebih bersedia bernegosiasi untuk mendapatkan harga yang lebih baik ketika ada lebih banyak uang tunai.
2. Perumahan
Real estat bukanlah sesuatu yang bisa dibeli secara tunai oleh sembarang orang. Namun bagi kelas atas, membeli rumah secara tunai tidak hanya layak dilakukan tetapi juga cerdas secara finansial.
Lagi pula, pembelian tunai berarti tidak ada pinjaman hipotek dan tidak ada pembayaran bunga seiring berjalannya waktu.
“Kelas atas sering kali menggunakan uang tunai untuk pembelian di mana likuiditas dan penghindaran komplikasi pembiayaan memberikan keuntungan strategis,” kata Dennis Shirshikov, kepala pertumbuhan di GoSummer dan profesor keuangan di City University of New York.
"Praktik ini memungkinkan mereka untuk menghindari pembayaran bunga dan mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar yang sedang berkembang di mana penawaran tunai lebih menarik bagi penjual," ucapnya.
3. Berlibur
Berbeda dengan kelas menengah, masyarakat kelas atas juga lebih cenderung berlibur atau memiliki tempat tinggal sekunder.
Meskipun beberapa orang mungkin menggunakan pembiayaan kredit untuk membelinya, mereka mungkin juga membayar secara tunai.
4. Bimbingan Belajar Privat & Pendidikan Tinggi
Biaya rata-rata kuliah di universitas negeri empat tahun adalah USD108,584, termasuk biaya kuliah, buku dan perlengkapan, kamar dan makan, dan biaya sekolah lainnya. Sekolah swasta rata-rata menghasilkan USD234,512 selama empat tahun.
Ini adalah wilayah di mana kelas menengah lebih bergantung pada pinjaman mahasiswa, namun hal ini tidak terlalu menjadi masalah bagi individu yang lebih kaya.
Berdasarkan pengalaman Shirshikov, masyarakat kelas atas cenderung menanggung biaya akademik seperti biaya sekolah swasta, bimbingan belajar khusus, dan pendidikan tinggi secara tunai.
Hal ini tidak hanya menghilangkan kebutuhan akan pinjaman atau rencana pembayaran berbunga, namun beberapa institusi juga menawarkan diskon untuk pembayaran di muka.
Di sekolah yang lebih kompetitif, hal ini juga dapat mempersingkat waktu tunggu pendaftaran.
5. Bepergian
Biaya perjalanan telah meningkat selama bertahun-tahun, namun rumah tangga kelas menengah biasanya masih mampu melakukan satu atau dua perjalanan tahunan tanpa harus bergantung pada kredit.
Perjalanan khusus atau liburan mewah adalah masalah yang sama sekali berbeda.
Perjalanan ini bisa memakan biaya puluhan atau bahkan ratusan ribu dolar, sehingga tidak dapat dijangkau oleh sebagian besar keluarga kelas menengah dan bahkan sebagian masyarakat kelas atas.
“Kelas atas sering kali mendanai pengalaman perjalanan yang mahal, seperti menyewa jet pribadi atau memesan liburan mewah yang diperpanjang, dengan uang tunai,” kata Shirshikov.
Kapal pesiar mewah dan liburan mewah ke destinasi eksklusif juga relatif umum, terutama di kalangan orang kaya.
"Salah satu klien menyewa jet pribadi untuk membawa keluarga dan teman ke vila mereka di Pulau Karibia untuk perayaan ulang tahun selama seminggu. Mereka membayar hampir setengah juta dolar untuk pengalaman itu," pungkasnya.