5 Barang Mahal yang Tidak Disukai Orang Benar-Benar Kaya, Namun Jadi Rebutan Kelas Sok Kaya
Banyak orang benar-benar kaya justru menghindari pembelian-pembelian mahal yang justru digilai oleh kelas menengah.
Barang-barang mewah sering kali diasosiasikan dengan kekayaan dan kesuksesan. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
Banyak orang benar-benar kaya justru menghindari pembelian-pembelian mahal yang justru digilai oleh kelas menengah. Bukan karena mereka tak mampu, tetapi karena mereka memahami perbedaan antara tampak kaya dan benar-benar kaya.
Berikut lima barang mahal yang dihindari orang kaya namun menjadi incaran kelas menengah:
1. Mobil Mewah Baru
Mobil baru, terutama yang mewah, kehilangan nilainya begitu keluar dari dealer. Bagi orang kaya, ini adalah pembelian yang buruk secara finansial.
Mereka lebih memilih kendaraan yang fungsional dan tahan lama ketimbang simbol status. Seorang investor properti sukses bahkan pernah berkata, dirinya lebih suka orang-orang mengira saya bangkrut daripada benar-benar bangkrut.
"Sementara itu, kelas menengah atau sok kaya sering kali menganggap mobil mahal sebagai tanda keberhasilan," ujarnya dilansir Vegoutmag.com di Jakarta, Jumat (4/7).
2. Jam Tangan dan Perhiasan Mewah
Perhiasan mahal tidak selalu berarti investasi. Kecuali bernilai koleksi atau sentimental. Banyak orang kaya melihatnya sebagai bentuk pemborosan, atau bahkan sinyal rasa tidak aman.
Di sisi lain, kelas menengah membeli perhiasan untuk menunjukkan status. Bagi orang kaya sejati, jam tangan mewah jarang diperlukan karena mereka tidak merasa perlu membuktikan apa pun.
3. Pakaian Desainer dengan Logo Mencolok
Fesyen bermerek dengan logo besar lebih banyak dibeli untuk dilihat orang lain, bukan untuk kenyamanan atau kualitas. Konsumen kelas menengah kerap tertarik pada logo besar sebagai simbol status.
Bagi orang kaya, mereka cenderung memilih pakaian yang simpel, berkualitas tinggi, dan tidak mencolok. Kepercayaan diri mereka tidak datang dari label, tetapi dari posisi finansial mereka.
4. HP Baru
Setiap kali ponsel baru dirilis, banyak orang terburu-buru menggantinya meskipun ponsel lama masih berfungsi dengan baik. Orang kaya hanya memperbarui perangkat mereka jika benar-benar dibutuhkan, bukan demi mengikuti tren.
Warren Buffett sendiri dikenal tetap memakai ponsel jadul selama bertahun-tahun. Sementara itu, kelas menengah sering merasa perlu tampil 'up to date' sebagai bagian dari pencitraan.
5. Tren Dekorasi Rumah Mewah
Dekorasi rumah yang mengikuti tren mulai dari minimalis modern hingga gaya Skandinavia sering diganti dalam hitungan bulan oleh kelas menengah.
Orang kaya justru memilih desain abadi yang tahan lama. Mereka tak peduli apakah ruang tamu mereka terlihat 'Instagramable' atau tidak. Bagi mereka, kenyamanan dan kepraktisan lebih penting daripada validasi sosial. Mereka menyadari tren seperti itu justru menguras rekening bank.