Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kekayaan Miliarder Dunia Bertambah Rp35.000 Triliun Sepanjang 2025

Larry Ellison, misalnya, mengalami peningkatan yang signifikan, dengan kekayaannya bertambah USD 57,7 miliar sepanjang tahun 2025.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kekayaan Miliarder Dunia Bertambah Rp35.000 Triliun Sepanjang 2025
Ini menjadi kunjungan pertama Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump ke peluncuran Starship. (Brandon Bell/Getty Images North America/Getty Images via AFP) (© 2026 Liputan6.com)

Kekayaan para miliarder dunia mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data dari Bloomberg Billionaires Index, 500 individu terkaya di dunia berhasil menambah kekayaan mereka sebesar USD 2,2 triliun, atau sekitar Rp35.000 triliun, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah.

Dikutip dari The Guardian, total kekayaan gabungan dari 500 miliarder ini kini mencapai USD 11,9 triliun. Lonjakan kekayaan yang luar biasa ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2024 serta reli yang terjadi di pasar aset seperti cryptocurrency, saham, dan logam mulia.

Menarik untuk dicatat bahwa sekitar 25 persen dari total kenaikan kekayaan tersebut hanya dinikmati oleh delapan miliarder, termasuk Elon Musk, Jeff Bezos, Chairman Oracle Larry Ellison, dan pendiri Alphabet Larry Page.

Meskipun demikian, konsentrasi kekayaan pada tahun 2025 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, 2024, ketika delapan orang yang sama menyumbang 43 persen dari total kenaikan kekayaan 500 miliarder.

Larry Ellison, misalnya, mengalami peningkatan yang signifikan, dengan kekayaannya bertambah USD 57,7 miliar sepanjang tahun 2025, sehingga total hartanya mencapai USD 249,8 miliar.

Di sisi lain, Elon Musk mencatat lonjakan terbesar, dengan kekayaannya melonjak USD 190,3 miliar menjadi USD 622,7 miliar, menjadikannya sebagai orang terkaya di dunia dengan selisih yang semakin besar.

Kekayaan Miliarder Dunia Naik Rp 35.000 Triliun sepanjang 2025
Ini menjadi kunjungan pertama Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump ke peluncuran Starship. (Brandon Bell/Getty Images North America/Getty Images via AFP) © 2026 Liputan6.com

Di sisi lain, tidak semua miliarder merasakan kenaikan dalam kekayaan mereka. Beberapa di antara mereka justru mengalami penurunan harta, seperti miliarder asal Filipina, Manuel Villar, yang mengalami penyusutan kekayaan sebesar USD 12,6 miliar, sehingga total kekayaannya kini sekitar USD 10 miliar.

Penurunan ini terjadi setelah saham perusahaan pengembang propertinya, Golden MV Holdings Inc, merosot hingga 80% setelah periode penghentian perdagangan selama enam bulan berakhir.

Selain itu, laporan ini kembali menarik perhatian terhadap ketimpangan ekonomi global. Organisasi nonpemerintah internasional, Oxfam, menilai bahwa tambahan kekayaan sebesar USD 2,2 triliun yang dinikmati oleh 500 orang terkaya di dunia sebenarnya cukup untuk mengangkat sekitar 3,8 miliar orang dari kemiskinan.

"Ketimpangan merupakan hasil dari pilihan kebijakan yang disengaja. Di tengah rekor kekayaan kelompok teratas, kekayaan publik justru stagnan, bahkan menurun, sementara tekanan utang terus meningkat," ungkap Direktur Eksekutif Internasional Oxfam, Amitabh Behar, dalam pernyataannya.

Lonjakan kekayaan para miliarder di tengah tantangan ekonomi global ini kembali menegaskan jurang ketimpangan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak negara.

Rekomendasi