Transformasi Energi Bersih Dongkrak Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Pertambangan
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar sektor tambang Indonesia
Industri pertambangan nasional terus mempercepat transformasi menuju operasional rendah karbon melalui penerapan efisiensi energi dan penggunaan sumber energi terbarukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar sektor tambang Indonesia dalam mewujudkan praktik bisnis berkelanjutan yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dalam ajang Investortrust ESG Awards 2025, yang menobatkan salah satu perusahaan tambang nasional sebagai Sectoral Champion Award berkat keberhasilannya menerapkan efisiensi energi dan tata kelola berkelanjutan di seluruh lini operasional.
CEO Investortrust.id, Primus Dorimulu, menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi faktor penentu daya saing industri di masa depan. "Transformasi menuju bisnis hijau bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap korporasi yang ingin tumbuh berkelanjutan," ujarnya.
Efisiensi Energi dan Teknologi Rendah Karbon
Peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca menjadi fokus utama sektor tambang dalam beberapa tahun terakhir. Inovasi seperti penggunaan alat tambang listrik Bucket Wheel Excavator serta pemanfaatan energi terbarukan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menjadi contoh nyata transformasi menuju industri rendah karbon.
Sepanjang 2023, konsumsi energi di sektor tambang tercatat mencapai 48.000 terajoule (TJ) dengan emisi 4.100 kiloton CO₂e. Seiring dengan ekspansi industri, emisi berpotensi meningkat hingga 31.060 kiloton CO₂e pada 2030. Namun, pelaku industri telah menargetkan penurunan konsumsi energi dan emisi sebesar 21,4 persen melalui penerapan energi bersih dan teknologi ramah lingkungan.
ESG Jadi Kunci Pertumbuhan Sektor Tambang
Penerapan prinsip ESG di sektor pertambangan kini tak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga mencakup tata kelola transparan dan pemberdayaan masyarakat. Stabilitas keuangan, keterbukaan informasi, serta konsistensi terhadap efisiensi energi menjadi indikator utama keberhasilan perusahaan tambang di era transisi hijau.
"Industri tambang memiliki peran vital dalam mendukung pembangunan ekonomi, namun harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap alam dan generasi mendatang," ungkap salah satu pejabat industri.
Transformasi energi bersih menjadi bukti bahwa sektor pertambangan Indonesia siap menjadi motor penggerak menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan di masa depan.
Sebagai penerima Sectoral Champion Award, MIND ID dinilai berhasil memimpin sektor pertambangan dengan penerapan efisiensi energi, pengelolaan risiko ESG yang efektif, serta tingkat keterbukaan informasi (disclosure) yang memadai.
Selain itu, MIND ID juga menunjukkan stabilitas kinerja keuangan, pertumbuhan laba yang positif, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika pasar saham selama 12 bulan terakhir.