Tahukah Anda? Tiga Asosiasi Pengusaha Dukung Penuh Jaminan Halal MBG dengan Produksi Nasional Melimpah
Tiga asosiasi pengusaha besar di Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap rekomendasi MUI untuk jaminan halal MBG, sekaligus siap penuhi kebutuhan program dengan kapasitas produksi dalam negeri yang melimpah.
Jakarta, 14 September 2024 – Tiga asosiasi pengusaha nasional, Gabungan Pengusaha Dapur Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI), Asosiasi Pengusaha Wadah Makan Indonesia (APMAKI), dan Asosiasi Produsen Alat Dapur dan Makan (ASPRADAM), secara resmi menyatakan dukungan mereka terhadap rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dukungan ini berfokus pada pentingnya jaminan kehalalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan datang.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Minggu lalu. Kelompok pengusaha ini menegaskan komitmen mereka untuk menyediakan sarana makan yang tidak hanya higienis dan aman, tetapi juga sesuai dengan standar Nasional Indonesia (SNI) serta bersertifikasi halal. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan program MBG di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai mitra strategis, ketiga asosiasi ini siap berkolaborasi dengan pemerintah, Badan Gizi Nasional (BGN), dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Kesiapan ini mencakup penyediaan food tray dan perlengkapan makan lainnya yang memenuhi standar kualitas dan kehalalan yang ditetapkan, sekaligus mendukung kemandirian industri dalam negeri.
Kesiapan Industri Nasional Penuhi Kebutuhan MBG
Industri dalam negeri menunjukkan kesiapan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis, khususnya dalam penyediaan food tray. Sekretaris Jenderal APMAKI, Ardy Susanto, mengungkapkan bahwa produsen di Indonesia memiliki kapasitas produksi yang signifikan.
Berdasarkan estimasi kapasitas produksi anggota, industri nasional saat ini mampu memproduksi sekitar 10 juta unit food tray setiap bulan, atau setara dengan sekitar 100 juta unit per tahun. Kapasitas ini dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan program MBG.
“Dukungan kami ini mencakup penyediaan food tray dan perlengkapan makan lain yang aman untuk kesehatan sesuai dengan standar Nasional Indonesia (SNI) dan bersertifikasi halal guna memastikan kelancaran program MBG di seluruh Indonesia,” ujar Ardy Susanto. Selain itu, produsen dalam negeri juga berkomitmen untuk memastikan keamanan peralatan makan yang digunakan sesuai dengan standar SNI yang berlaku.
Peran Strategis Asosiasi dalam Jaminan Halal dan SNI
Ketiga asosiasi ini memegang peran krusial dalam memastikan aspek kehalalan dan standar kualitas program MBG. Ketua Umum GAPEMBI, H. Alven Stony, menegaskan bahwa pengusaha dapur makan siap mendukung program ini dengan menyediakan dapur yang higienis, sesuai standar gizi, dan patuh terhadap rekomendasi MUI.
“Kami juga mengimbau agar para kepala SPPG bisa pro aktif dalam memastikan SPPG yang mereka kelola menggunakan peralatan makan dan dapur yang bersertifikat halal dan memastikan aspek thoyib sesuai rekomendasi MUI yang ditujukan kepada kepala BGN,” kata Alven. Imbauan ini menunjukkan komitmen GAPEMBI terhadap implementasi standar halal secara menyeluruh.
Sementara itu, Ketua APMAKI, Alie Cendrawa, menyatakan bahwa industri wadah makan yang tergabung dalam asosiasinya telah memiliki kemampuan produksi 8,5 juta set per bulan. APMAKI juga siap meningkatkan kapasitas produksi untuk memastikan distribusi food tray yang sesuai standar halal dan SNI apabila dibutuhkan oleh pemerintah dan BGN. ASPRADAM pun tidak ketinggalan, dengan kemampuan produksi dua juta set alat dapur dan makan per bulan, serta kesiapan untuk menambah fasilitas produksi demi suplai peralatan berkualitas terbaik.
Mendukung Kemandirian Industri dan Keberlanjutan Program
Keterlibatan aktif tiga asosiasi ini tidak hanya menjamin kualitas dan kehalalan, tetapi juga memperkuat kemandirian industri dalam negeri. Dengan kapasitas produksi yang besar, produsen lokal siap menggantikan pasokan yang selama ini diimpor dari luar negeri.
“Dengan kapasitas tersebut, produsen dalam negeri siap mengambil alih sebagian besar pasokan yang selama ini diimpor dari luar negeri, sekaligus menjamin standar kehalalan, keamanan, dan kualitas yang sesuai rekomendasi MUI, SNI dan kebutuhan BGN,” kata Ardy. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri.
Cakupan program MBG yang luas dan kepastian fiskal yang kuat akan menyebabkan peningkatan berkelanjutan pada kebutuhan logistik pendukung, termasuk food tray. “Kami, tiga asosiasi pengusaha bersama industri nasional lainnya siap mengambil peran strategis dengan kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan jutaan unit food tray setiap bulan, sehingga pelaksanaan program MBG dapat berjalan efektif, efisien, dan mendukung kemandirian industri dalam negeri,” pungkas Alie. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadikan program MBG berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews