Tahukah Anda? BPJPH Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Kolaborasi Ekosistem Halal untuk UMKM Berorientasi Ekspor
BPJPH menyerukan Kolaborasi Ekosistem Halal lintas sektor untuk mendorong UMKM tembus pasar ekspor. Mengapa sertifikasi halal tak hanya administratif dan bagaimana perannya bagi daya saing?
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara aktif mengajak seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat sinergi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat membangun ekosistem produk halal yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga memiliki orientasi ekspor yang kuat.
Wakil Kepala BPJPH, Afriansyah Noor, menegaskan pentingnya persatuan kementerian dan lembaga. Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat mayoritas Muslim dari produk-produk non-halal, terutama yang berasal dari luar negeri, menegaskan bahwa halal bukan sekadar alat pemasaran semata.
Ajakan ini muncul di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan produk halal. Keterbatasan pemahaman, akses pasar, dan daya saing menjadi fokus utama yang perlu diatasi melalui sinergi dan dukungan berkelanjutan.
Tantangan dan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor
Afriansyah Noor menyoroti berbagai hambatan yang kerap menghalangi UMKM dalam mengembangkan produk halal mereka. Tantangan ini meliputi kurangnya pemahaman mendalam tentang standar halal, kesulitan akses terhadap sumber daya, serta keterbatasan dalam bersaing di pasar yang semakin ketat.
Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi sangat krusial untuk memastikan UMKM halal dapat tumbuh dan berhasil menembus pasar ekspor. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan produk halal berkualitas tinggi.
Lebih lanjut, Afriansyah mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak memandang sertifikasi halal hanya sebagai instrumen administratif. Sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk melindungi konsumen dan meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di kancah global.
Peran Bank Indonesia dalam Penguatan Ekosistem Halal
Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah menjadi elemen yang tidak terpisahkan dalam upaya penguatan ekosistem halal. Bank Indonesia (BI) merupakan salah satu lembaga yang secara konsisten mendorong penguatan ekosistem ini melalui berbagai langkah nyata.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro, menjelaskan bahwa BI melibatkan pelaku usaha, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi dalam inisiatif ini. Langkah-langkah yang telah diambil meliputi peningkatan literasi dan pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM.
Selain itu, BI juga fokus pada pengembangan ekosistem halal dan rantai nilainya, mulai dari pelaku usaha hingga perbankan. Digitalisasi juga dimanfaatkan untuk memasarkan produk halal, serta memudahkan akses pembiayaan yang lebih efisien bagi para pelaku usaha.
Dengan dukungan komprehensif ini, potensi wisata mancanegara diharapkan dapat menikmati beragam produk halal Indonesia. Kegiatan ini juga bertujuan agar pelaku usaha memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pentingnya sertifikasi halal, strategi branding, serta inovasi yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk mereka.
Sumber: AntaraNews