Setoran Pajak Sektor Digital Tembus Rp11,44 Triliun per Oktober 2025
Pemerintah kumpulkan Rp11,44 triliun pajak digital Januari–Oktober 2025. PPN PMSE jadi kontributor terbesar, total setoran sejak 2022 mencapai Rp43,75 triliun.
Pemerintah mencatat penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital sebesar Rp11,44 triliun sepanjang Januari hingga Oktober 2025.
Data tersebut, menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, kontribusi pajak digital terus menunjukkan tren positif.
“Realisasi itu menunjukkan bahwa ekonomi digital telah menjadi salah satu motor penting penerimaan negara,” ujar Rosmauli dalam keterangannya dikutip Antara, Kamis (4/12).
Rincian Kontributor Pajak Digital
Dari total penerimaan tersebut, PPN perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) menjadi penyumbang terbesar dengan Rp8,54 triliun.
Pajak atas aset kripto menyumbang Rp675,6 miliar, pajak fintech P2P lending Rp1,15 triliun, sedangkan pajak Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP) mencapai Rp1,07 triliun.
Sejak 2020 hingga 2025, total PPN PMSE yang telah disetor mencapai Rp33,88 triliun. Sebanyak 207 dari 251 penyelenggara PMSE yang ditunjuk pemerintah telah melakukan penyetoran.
Untuk pajak kripto, akumulasi penerimaan sejak 2022 tercatat Rp1,76 triliun, terdiri dari PPh 22 atas penjualan senilai Rp889,52 miliar dan PPN dalam negeri sebesar Rp873,76 miliar.
Sementara itu, total setoran dari P2P lending selama 2022–2025 mencapai Rp4,9 triliun. Penerimaan terdiri dari PPh 23 sebesar Rp1,16 triliun, PPh 26 Rp724,45 miliar, serta PPN dalam negeri Rp2,3 triliun.
Total Setoran Sejak 2022 Tembus Rp43,75 Triliun
Untuk penerimaan dari SIPP, sejak 2022 hingga 2025 tercatat total Rp3,92 triliun, yang terdiri dari PPh Pasal 22 senilai Rp268,32 miliar dan PPN Rp3,65 triliun.
Jika dijumlahkan seluruh komponen pajak digital sejak 2022, total penerimaan mencapai Rp43,75 triliun per 31 Oktober 2025.
Rosmauli menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat strategi pemajakan sektor digital agar dapat diterapkan secara lebih adil dan efisien.