Rekomendasi Analis Pilihan Saham di Tengah BI-Rate Tetap 4,75%
Stabilnya BI-Rate memberikan ruang bagi investor untuk lebih fokus pada fundamental emiten ketimbang dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% menjadi sentimen yang relatif positif bagi pasar saham domestik.
Stabilnya BI-Rate memberikan ruang bagi investor untuk lebih fokus pada fundamental emiten ketimbang dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter.
Nafan menyebut momentum ini seharusnya dimanfaatkan investor untuk melakukan seleksi saham secara lebih cermat. Menurutnya, di tengah kondisi suku bunga yang tetap, pasar akan lebih menghargai emiten dengan kinerja dan prospek yang solid.
"Menurut saya saham di Indonesia misalnya bagi investor detail, investor institusi, baik domestik maupun juga internasional, sebaiknya menitik beratkan kepada saham-saham yang mempunyai benar-benar solid," kata Nafan kepada Liputan6.com, Jumat (20/2).
Selain itu, penetapan suku bunga memberi sinyal bahwa risiko makro relatif terkendali, sehingga perhatian pasar kembali ke kualitas kinerja perusahaan.
Nafan menekankan pentingnya memilih emiten dengan laporan keuangan yang sehat, pertumbuhan laba yang konsisten, serta manajemen yang memiliki rekam jejak baik. Resume kinerja perusahaan menjadi faktor krusial untuk memastikan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika ekonomi global.
"Kemudian saham-saham yang benar-benar menunjukkan valuasi yang menarik, dan jangan lupa untuk melihat resumennya benar-benar baik," ujarnya.
Menurutnya, saham dengan fundamental solid cenderung lebih tahan terhadap volatilitas pasar. Dalam jangka menengah hingga panjang, saham-saham seperti ini dinilai mampu memberikan potensi imbal hasil yang lebih stabil dibandingkan saham spekulatif.
Cermati Tren dan Valuasi Diskon
Selain fundamental, Nafan juga menyarankan investor untuk memperhatikan saham-saham yang menunjukkan potensi tren ritel. Artinya, ada peningkatan minat pasar yang tercermin dari pergerakan harga dan volume transaksi yang sehat.
Nafan menambahkan, valuasi menjadi faktor penting berikutnya. Saham dengan valuasi menarik atau berada pada level diskon layak untuk dicermati, terutama jika didukung oleh prospek bisnis yang tetap kuat. Kondisi ini bisa menjadi peluang akumulasi bagi investor.
"Saham dengan valuasi yang menarik, alias diskon. Karena memang sejatinya saham-saham yang saya maksudkan itu sebenarnya bisa menarik untuk dicermati," pungkasnya.