PTPN IV PalmCo Integrasikan Rantai Pasok Kelapa Sawit Berkelanjutan
Dalam periode tersebut, PTPN IV PalmCo akan menyuplai PKO bersertifikat lestari kepada Unilever setiap tahunnya.
PTPN III (Persero) sebagai Sub Holding Perkebunan, bersama dengan PTPN IV PalmCo dan Unilever resmi menjalin kerja sama jangka panjang dalam pengadaan rantai pasok Minyak Inti Sawit (Palm Kernel Oil/PKO) yang berkelanjutan.
Penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua perusahaan dilaksanakan di London pada pekan lalu, menandai langkah penting dalam kolaborasi yang telah terjalin selama hampir sepuluh tahun ini.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa menyatakan bahwa penandatanganan ini merupakan tonggak baru bagi hubungan kedua perusahaan. Investasi yang dilakukan oleh Unilever akan digunakan untuk mengembangkan dua unit Kernel Crushing Plant (KCP) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak inti sawit yang berkelanjutan di PTPN IV PalmCo.
"PalmCo telah dan akan terus bertransformasi menjadi Perusahaan Agribisnis yang lebih adaptif dan kompetitif. Melalui kemitraan jangka panjang ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan produksi Minyak Inti Sawit yang berkelanjutan bagi seluruh pelanggan," ungkap Jatmiko.
Dalam kerangka kesepakatan ini, investasi dari Unilever untuk pembangunan dua unit Kernel Crushing Plant (KCP) mencakup Long Term Supply Contract (LTSC) selama lima hingga sepuluh tahun. Dalam periode tersebut, PTPN IV PalmCo akan menyuplai PKO bersertifikat lestari kepada Unilever setiap tahunnya.
"Dengan tambahan dua pabrik ini, perusahaan jelas semakin siap untuk memenuhi permintaan global akan minyak sawit yang ramah lingkungan. Fasilitas ini tentunya juga membawa efisiensi dan berpotensi meningkatkan profitabilitas Perusahaan," kata Jatmiko.
Jatmiko juga menekankan pentingnya kemitraan dalam menciptakan rantai pasok minyak sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta melibatkan semua pihak, termasuk petani kecil.
"Terimakasih atas kerjasama ini. Kami akan memastikan Unilever telah menempatkan investasinya dengan tepat bersama kami di PalmCo," tuturnya menambahkan.
Rantai Distribusi Minyak Sawit
Di tempat yang berbeda, Willem Uijen selaku Chief Supply Chain Officer Unilever mengungkapkan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen Unilever untuk membangun rantai pasok minyak sawit yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
"Kami mendapatkan kehormatan untuk menandatangani kemitraan jangka panjang antara Unilever dan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, menunjukkan konsistensi kami dalam mengembangkan rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi manusia dan alam," ujar Uijen.
Dia menambahkan bahwa selama bertahun-tahun, Unilever telah menjalin kerja sama untuk meningkatkan ketelusuran dan transparansi dalam rantai pasok produk-produk perusahaan. Dengan adanya kemitraan bersama Perusahaan Pengelola Perkebunan Sawit terbesar di dunia, pihaknya optimis dapat melangkah lebih jauh dalam memperdalam integrasi rantai nilai melalui komitmen bersama untuk memperluas basis aset PTPN IV, sehingga dapat menghasilkan volume yang lebih berkelanjutan di masa depan.
"Dalam 10 tahun terakhir, Unilever telah menginvestasikan lebih dari USD 360 juta untuk membangun fasilitas Oleokimia kelas dunia di Indonesia guna memproduksi turunan minyak sawit yang berkelanjutan dan mampu telusur."
Kesepakatan ini memungkinkan Unilever untuk terus memanfaatkan fasilitas tersebut dalam menghadirkan produk-produk yang sejalan dengan kebijakan perusahaan terkait manusia dan lingkungan.
Keuntungan dari Berbisnis
Denaldy Mulino Mauna, Wakil Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero), menyatakan bahwa kemitraan yang terjalin ini memberikan banyak keuntungan tidak hanya dari segi bisnis, tetapi juga berkontribusi pada transformasi industri sawit nasional menuju praktik yang lebih berkelanjutan.
"Sebagai bagian dari Holding Perkebunan, kami mendorong PTPN IV PalmCo untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan mitra global seperti Unilever. Investasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mencerminkan komitmen kami dalam memastikan praktik keberlanjutan di seluruh rantai pasok. Dengan adanya kesepakatan ini, kami optimistis dapat memberikan dampak positif bagi petani kecil serta mendorong pertumbuhan industri sawit Indonesia yang lebih kompetitif di pasar global," harapnya.
Seperti yang telah diketahui, PTPN Grup dan PalmCo memiliki banyak kerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun internasional, yang telah berlangsung cukup lama. Salah satu contohnya adalah PalmCo yang saat ini sedang menjalin kerja sama di bidang energi terbarukan dengan Jepang untuk proyek Biogas Cofiring menggunakan metode terbaru yang disebut 'Expanded Granular Sludgebeg' (EGSB).
Selain itu, terdapat juga proyek inovatif Compressed Biomethane Gas yang bekerja sama dengan Renikola Malaysia untuk membangun 30 pembangkit dengan nilai investasi mencapai USD 240 juta.