Pemprov NTB Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Hilirisasi Unggas Terintegrasi
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) serius memperkuat kemandirian pangan daerah melalui program hilirisasi unggas terintegrasi, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar dan memastikan ketersediaan pangan lokal.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kemandirian pangan daerah melalui inisiatif strategis. Program hilirisasi unggas terintegrasi menjadi fokus utama, yang akan dikembangkan secara komprehensif di Kabupaten Sumbawa. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan protein hewani bagi masyarakat NTB.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pasokan telur dan daging ayam dari luar daerah. Selama ini, kebutuhan pokok tersebut banyak dipasok dari provinsi lain, sehingga hilirisasi menjadi krusial untuk kebangkitan perunggasan di NTB.
Riadi menegaskan, program hilirisasi unggas ini menandai awal kebangkitan sektor perunggasan di NTB, sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi (MBG). Pelaksanaan program ini sepenuhnya dipercayakan kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN), sebuah perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor agroindustri.
Strategi Penguatan Sektor Unggas NTB
Proyek pembangunan fasilitas hilirisasi unggas ini berlokasi strategis di kawasan Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Serading, Kabupaten Sumbawa. Lokasi tersebut telah melalui tahap pembersihan lahan dan pembangunan akses jalan. Akses jalan sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar 10 meter telah disiapkan sesuai persyaratan teknis yang berlaku.
Menurut Muhamad Riadi, BPT-HMT Serading akan menjadi pusat pembangunan fasilitas parent stock layer. Ini merupakan tahap awal yang esensial dalam pengembangan program hilirisasi unggas daerah. Fasilitas ini akan menjadi fondasi untuk produksi bibit unggas berkualitas tinggi di NTB dan mengurangi ketergantungan pada bibit dari luar.
Selain fokus pada kemandirian pasokan, program hilirisasi unggas juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur bagi Program Makan Bergizi. Inisiatif ini akan memberikan dampak positif ganda, yaitu meningkatkan ketahanan pangan lokal dan mendukung program nasional yang penting dalam penyediaan gizi masyarakat.
Dukungan Infrastruktur dan Alokasi Fasilitas
Program hilirisasi unggas terintegrasi di NTB akan dilaksanakan sepenuhnya oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN), yang memiliki pengalaman luas dalam sektor agroindustri. Keterlibatan PTPN diharapkan dapat menjamin efisiensi dan keberlanjutan proyek ini, dari mulai pembibitan hingga pengolahan hasil.
Rencananya, kegiatan peletakan batu pertama untuk proyek hilirisasi unggas ini akan dilakukan secara serentak dan hibrida. Acara ini akan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, bersamaan dengan beberapa provinsi lain yang juga mendapatkan alokasi tahap pertama. Ini menunjukkan skala nasional dan pentingnya program ini dalam agenda pemerintah.
Nusa Tenggara Barat mendapatkan alokasi pembangunan fasilitas yang signifikan untuk mendukung program ini. Alokasi tersebut mencakup 2 unit parent stock, 1 unit grand parent stock, 1 unit pakan, 5 unit pullet layer, 5 unit Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) lengkap dengan cold storage (CS), 1 unit fasilitas pengolahan daging, serta 1 unit pengolahan telur.
Sebanyak 16 unit bangunan fasilitas ini akan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di NTB. Penentuan lokasi didasarkan pada kesiapan lahan yang diusulkan oleh masing-masing daerah. Proses verifikasi lokasi akan dilakukan secara cermat oleh PTPN bersama mitra terkait untuk memastikan kelayakan dan efektivitas pembangunan, demi tercapainya tujuan kemandirian pangan.
Sumber: AntaraNews