Lampung Resmi Mulai Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk mendukung penguatan pangan dan protein nasional, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung secara resmi memulai Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mendukung penguatan pangan dan protein nasional, sekaligus merupakan bagian integral dari agenda ketahanan pangan yang digagas pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang telah menunjuk Lampung sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program penting ini. Program ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memprioritaskan pangan dan perbaikan gizi dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan protein hewani berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat. Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi Lampung juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dan stabilitas harga komoditas.
Proyek Utama Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Lampung
Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Provinsi Lampung diwujudkan melalui empat proyek utama yang saling mendukung. Proyek-proyek ini dirancang untuk membentuk ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir, memastikan efisiensi dan nilai tambah.
Pertama, pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) modern berkapasitas 2.000 ekor per jam, dilengkapi dengan cold storage berkapasitas 50 ton. Fasilitas ini krusial untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi rantai pasok.
Kedua, pembangunan parent stock dan hatchery ayam layer yang akan memperkuat sektor pembibitan. Ketiga, pembangunan pabrik pakan ternak tahap kedua untuk menjamin ketersediaan pakan berkualitas. Keempat, pembangunan pabrik tepung telur tahap kedua yang akan meningkatkan nilai tambah produk olahan telur.
Keempat proyek ini merupakan pilar utama dalam Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi Lampung, yang secara komprehensif akan mengoptimalkan seluruh mata rantai produksi ayam.
Manfaat Ekonomi dan Potensi Pemasok Protein
Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi Lampung ini diharapkan membawa berbagai manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Marindo Kurniawan berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga stabilitas harga pakan dan ayam, serta meningkatkan efisiensi produksi.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memperkuat perekonomian daerah melalui peningkatan nilai tambah produk. Pemerintah Provinsi Lampung mendorong agar distribusi ayam dilakukan dalam bentuk produk olahan, bukan hanya ayam segar, untuk memaksimalkan potensi ekonomi.
Direktur Pakan Ditjen PKH, Tri Melasari, menambahkan bahwa Lampung memiliki potensi besar sebagai pemasok protein hewani. "Lampung potensial menjadi pemasok, baik itu untuk Provinsi Lampung ataupun juga pemasok di Jabodetabek, juga pemasok untuk provinsi-provinsi di sekitar Sumatera, jadi Lampung sangat potensial," ujarnya.
Potensi ini didukung oleh lokasi strategis Lampung dan infrastruktur yang akan dibangun melalui Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi.
Dukungan Hulu dan Kolaborasi Nasional untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Lampung juga berkomitmen untuk terus memperkuat sektor hulu guna mendukung keberlanjutan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Upaya ini mencakup peningkatan produksi jagung sebagai bahan baku pakan ternak, penyediaan sarana pendukung, serta penguatan ekonomi desa.
Program ini bukan hanya inisiatif lokal, melainkan bagian dari agenda swasembada pangan protein hewani nasional. Tri Melasari menjelaskan bahwa program ini direncanakan untuk 30 provinsi di seluruh Indonesia, dengan tahap pertama dialokasikan di enam provinsi, termasuk Lampung.
Kegiatan Groundbreaking Industri Ayam Terintegrasi telah dilaksanakan serentak di enam wilayah, yaitu Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak sangat penting agar program ini berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews