Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa produktivitas padi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Produktivitas ini dilaporkan mencapai 6 hingga 12 ton per hektare, sebuah angka yang signifikan melampaui rata-rata nasional.
Apresiasi ini disampaikan dalam kunjungan kerja jajaran Kementan ke Kabupaten Bone Bolango pada pekan ini, tepatnya pada 22 Juni 2026. Keberhasilan sektor pertanian di daerah tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi besar dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan pengembangan sektor pertanian di Bone Bolango, sejalan dengan target swasembada pangan. Kementan mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan menyiapkan data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk program pertanian pusat, guna memastikan keberlanjutan program.
Advertisement
Advertisement
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menegaskan bahwa produktivitas padi di Bone Bolango adalah bukti nyata keberhasilan upaya pertanian. Ia menyoroti bagaimana target swasembada pangan yang ditetapkan presiden mampu dicapai dalam waktu singkat, yaitu satu tahun setelah pelantikan.
Menurut Sam Herodian, capaian ini merupakan prestasi besar yang harus terus dijaga dan ditingkatkan bersama oleh semua pihak, baik pemerintah daerah maupun para petani. Hal ini menunjukkan potensi besar Bone Bolango dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, turut mengapresiasi kinerja Bone Bolango yang sangat baik. Berdasarkan hasil evaluasi Kementan, daerah ini berhasil mencatat Luas Tambah Tanam (LTT) hingga 99 persen.
Advertisement
Selain itu, indeks pertanaman (IP) di Bone Bolango juga mencapai angka 250, menunjukkan intensitas tanam yang tinggi dan efisiensi lahan. Idha Widi Arsanti berharap prestasi ini dapat terus meningkat dari tahun ke tahun, mengingat produktivitasnya sudah berada di atas rata-rata nasional.
Advertisement
Apresiasi dari Kementan ini disampaikan saat kegiatan Gerakan Tanam Padi bersama Kelompok Tani Ohilawa. Acara penting tersebut berlangsung di Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pada tanggal 22 Juni 2026, dihadiri oleh berbagai pihak terkait.
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, mengungkapkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat sangat berperan signifikan dalam peningkatan produksi pangan lokal. Bantuan tersebut meliputi penyediaan benih unggul padi dan jagung, serta alat dan mesin pertanian modern yang sangat dibutuhkan petani.
Ismet Mile menambahkan bahwa peningkatan hasil pertanian secara langsung memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas. Dengan hasil yang melimpah, kesejahteraan petani diharapkan terus meningkat, memberikan dampak ekonomi positif.
Advertisement
Selain itu, ketahanan pangan di tingkat daerah juga akan semakin kuat dengan adanya peningkatan produktivitas ini, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terbukti efektif dalam memajukan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews