BEM UI Demo di Mabes Polri, Bawa Keranda Mayat
Aliansi BEM se-UI menggelar aksi simbolik di Mabes Polri dengan membawa keranda mayat dan karangan bunga.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Indonesia menggelar aksi bertajuk #MatinyaReformasi di kawasan Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Dalam aksi itu, massa menghadirkan sejumlah atribut simbolik yang menarik perhatian. Sebuah keranda mayat dibalut kain bertuliskan "Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun Kepolisian Republik Indonesia" dibawa ke lokasi. Massa juga membawa karangan bunga yang ditujukan kepada Polri sebagai bagian dari penyampaian aspirasi.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, massa aksi masih tertahan di samping Gedung ASEAN menuju arah Mabes Polri. Selama aksi berlangsung, tidak ada orasi yang disampaikan.
Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap Undang-Undang Reformasi Polri yang baru disahkan beberapa waktu lalu. Menurutnya, regulasi tersebut masih memiliki banyak catatan, baik secara materiil maupun formil.
"Bayangkan, secara formil dan secara materil, reformasi Polri ini sudah cacat sekali. Kita sudah melihat fast track legislatif yang sangat-sangat, sangat-sangat besar gitu loh. Kita merasa, Aliansi BEM UI merasa, bahwa bila kita diam tentang hal ini, ini hanya memperkeruh situasi yang ada di dalam demokrasi Indonesia," kata dia kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).
Ia menegaskan, saat ini demokrasi Indonesia penuh dengan tantangan karena banyaknya anggota TNI maupun Polri yang masuk ke ranah sipil.
"Maka kita turun di sini untuk menyatakan bahwa kami kecewa. Kecewa dengan Polri dan kecewa tentang kematiannya reformasi Polri yang semu yang telah dibuat oleh pemerintah, seperti itu," jelas dia.
Pengamanan Demo
Sementara itu, Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Nugraha mengaku pihaknya telah mengizinkan massa aksi untuk unjuk rasa di depan Museum Polri.
"Nah teman-teman sebetulnya boleh diperbolehkan. Kita sudah sediakan tempat di depan Museum Polri. Kita sudah arahkan di sana kan. Silakan kalau mau menyampaikan aspirasi silakan di sana ya," katanya.
Meski begitu, Nugraha mengatakan bahwa pengamanan demo berlangsung kooperatif dan lancar, meski ada sedikit dorong-dorongan.
Pada pukul 17.15, massa mulai membubarkan diri hingga akhirnya tidak berhasil menggelar aksi simbolik di depan Mabes Polri.