Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel untuk Pengamanan Unjuk Rasa Mabes Polri

Polda Metro Jaya mengerahkan hampir 4.000 personel untuk Pengamanan Unjuk Rasa Mabes Polri, memastikan aksi berjalan tertib dan kondusif, terutama selama bulan Ramadhan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel untuk Pengamanan Unjuk Rasa Mabes Polri
Polda Metro Jaya mengerahkan hampir 4.000 personel untuk Pengamanan Unjuk Rasa Mabes Polri, memastikan aksi berjalan tertib dan kondusif, terutama selama bulan Ramadhan. (AntaraNews)

Polda Metro Jaya telah mengerahkan ribuan personel gabungan guna mengamankan jalannya unjuk rasa yang berlangsung di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Jumat (27/2).

Total 3.992 personel disiagakan, terdiri dari 3.093 personel Polda Metro Jaya dan sisanya diperkuat dari jajaran polres, untuk menjaga ketertiban umum. Pengerahan ini bertujuan memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan kondusif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadhan, dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Strategi Pengamanan Humanis dan Kondusif

Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa Polri hadir dengan mengedepankan pendekatan yang humanis serta memperhatikan hak asasi manusia dalam setiap pengamanan unjuk rasa. Polisi berperan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan, dengan fokus pada pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum secara humanis.

Ribuan personel tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk kawasan pusat aktivitas masyarakat dan jalur lalu lintas utama di sekitar Mabes Polri. Penempatan ini dirancang untuk melindungi hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat tanpa mengganggu kepentingan umum.

Budi Hermanto juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam unjuk rasa untuk menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi. Hak menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang, namun ketertiban dan keamanan publik harus tetap menjadi prioritas bersama.

Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan untuk Peserta Aksi

Selain pengerahan personel, Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus secara situasional. Langkah ini akan diterapkan sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan, terutama untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang dapat mengganggu aktivitas warga.

Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan mereka apabila terdapat pengalihan arus di sejumlah ruas jalan yang terdampak. Hal ini penting untuk meminimalkan dampak unjuk rasa terhadap mobilitas warga, terutama di tengah bulan Ramadhan.

Kepada para peserta aksi, Kombes Pol Budi Hermanto meminta agar penyampaian pendapat dilakukan secara damai dan tertib. Ia juga menekankan pentingnya menjaga norma, etika, dan nilai toleransi, khususnya selama bulan Ramadhan.

Polri siap melayani dan mengawal agar seluruh kegiatan, baik aksi demonstrasi maupun aktivitas masyarakat lainnya, dapat berjalan berdampingan secara aman dan kondusif.

Latar Belakang Unjuk Rasa di Mabes Polri

Unjuk rasa di Mabes Polri pada Jumat (27/2) ini diketahui berawal dari unggahan di media sosial Instagram, khususnya melalui akun @bemui_official. Postingan tersebut mengumumkan rencana demonstrasi terkait kasus kematian seorang siswa madrasah berinisial AT (14) yang diduga melibatkan anggota Brimob.

Aksi demonstrasi tersebut direncanakan digelar pada pukul 13.00 WIB dengan titik kumpul di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Kasus ini menarik perhatian publik dan menjadi pemicu utama dari kegiatan unjuk rasa yang diamankan oleh Polda Metro Jaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi