Peternakan Ayam Nasional Mulai Dibangun Akhir Januari 2026
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa pembangunan peternakan, pabrik pakan, dan fasilitas produksi DOC akan dikelola langsung oleh pemerintah.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa groundbreaking untuk pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur dijadwalkan pada 28 Januari 2026. Ia berharap bahwa tahap awal proyek ini dapat berjalan dengan baik, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha di bidang peternakan.
"28 Januari insya Allah. Doakan groundbreaking. Berita baik," ujar Amran saat memberikan keterangan pers dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Kamis (22/1/2026).
Selain pembangunan peternakan, pemerintah juga mempersiapkan langkah lanjutan berupa pembangunan pabrik pakan dan fasilitas produksi DOC (day old chick). Amran menegaskan bahwa kedua sektor hulu ini akan langsung ditangani oleh negara sebagai solusi jangka panjang.
"Solusinya adalah negara akan membangun pabrik pakan, dan produksi DOC (bibit ayam atau day old chick). Itu negara. Doakan dalam waktu singkat," tambahnya. Secara keseluruhan, pemerintah merencanakan pembangunan 12 unit fasilitas yang akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen untuk menjaga keseimbangan produksi dan harga, sekaligus menegaskan peran negara dalam melindungi sektor pangan yang strategis.
"Kita bangun 12 unit seluruh Indonesia. Ini solusi permanen," ungkapnya.
Anggaran dari Danantara
Amran sebelumnya menjelaskan bahwa telah disiapkan anggaran khusus sebesar Rp 20 triliun yang bersumber dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara untuk membangun peternakan ayam terintegrasi tersebut.
"Peternakan ayam, pedaging, dan telur terintegrasi. Itu ada anggaran khusus Rp 20 triliun," jelas Amran di Kantor Kementan, Jakarta, pada Jumat, 7 November 2025. Dia juga menambahkan bahwa upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan MBG di berbagai daerah, dengan fokus pembangunan yang disesuaikan pada titik-titik yang dianggap kekurangan pasokan.
"Kita akan buat seluruh Indonesia untuk me-supply BGN, kita me-supply, jangan sampai telur dan ayamnya ke depan shortage atau kekurangan. Jadi kita siapkan dari sekarang," ujarnya.
Peternak Nelayan Masih Hidup dalam Kemiskinan
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa kondisi kelompok nelayan dan peternak masih tergolong miskin. Ia menjelaskan bahwa upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan peternak akan dimulai pada tahun 2026, yang akan datang.
Dalam penjelasannya, Zulkifli mengungkapkan mengenai nilai tukar petani yang mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tukar petani tercatat pada angka 124, namun untuk nelayan, nilainya masih cukup rendah.
“Kita akan selesaikan tahun depan. Itu nelayan masih miskin, nelayan. Ya, nilai tukarnya masih 106-110. Sama peternak, petelur, peternak ayam, tambak, itu belum,” ungkap Zulkifli saat berbincang dengan petani di Desa Tamelang, Purwasari, Karawang, pada Kamis (6/11/2025).
Membangun Tambak Peternakan Besar-besaran
Pemerintah telah menyusun strategi untuk meningkatkan pendapatan nelayan dan peternak. Mulai tahun 2026, pembangunan kampung nelayan akan dilakukan secara masif, termasuk pengembangan tambak di sepanjang pesisir Jawa Barat. Selain itu, jumlah peternakan juga akan ditingkatkan di berbagai lokasi.
"Nanti tahun depan. Kita akan bangun di Jawa Barat ini, 20 ribu hektare tambak, ya. Di Pantura pantai-pantai kita akan bangun 2.000 kampung nelayan. Besar-besaran ini akan dibangun, akan dibangun peternak juga besar-besaran, ayam, petelur dan seterusnya," tuturnya.
Langkah ini tidak hanya menjadi solusi untuk kesejahteraan nelayan dan peternak, tetapi juga diyakini dapat meningkatkan produksi. Tujuannya adalah untuk mendukung kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 82,9 juta orang.
"Karena tahun depan. Kita akan.. Pak Presiden kebijakannya akan memberi makan 82,9 juta anak-anak, balita dan ibu hamil," tandasnya.