Pemprov Sumbar Resmikan Tiga Jembatan Akses Vital Menuju Pelabuhan Teluk Tapang, Dorong Ekonomi Daerah
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meresmikan tiga jembatan baru sebagai akses vital menuju Pelabuhan Teluk Tapang, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat secara resmi meresmikan tiga unit jembatan baru pada Jumat, 13 Februari 2026. Peresmian ini dilakukan di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, yang menjadi jalur utama menuju Pelabuhan Teluk Tapang. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah hadir langsung dalam acara peresmian tersebut, menandai komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur.
Ketiga jembatan yang diresmikan tersebut adalah Jembatan Pati Bubur 6, Jembatan Pigogah, dan Jembatan Sungai Tarok, yang kesemuanya merupakan bagian integral dari ruas jalan Bungo Tanjung–Teluk Tapang. Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar akses transportasi menuju salah satu pelabuhan strategis di Sumatera Barat.
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa pembangunan jembatan-jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol harapan besar bagi kemajuan ekonomi masyarakat di masa depan. Infrastruktur vital ini diharapkan dapat menunjang aktivitas sosial, perekonomian, serta mendukung penuh operasional Pelabuhan Teluk Tapang yang terus dikembangkan.
Peran Strategis Jembatan dan Pengembangan Pelabuhan
Gubernur Mahyeldi Ansharullah menekankan bahwa jembatan-jembatan baru ini memiliki peran krusial dalam menghubungkan akses menuju Pelabuhan Teluk Tapang dari daerah Bungo Tanjung. Konektivitas yang lebih baik ini akan mempermudah distribusi sumber daya alam, baik dari Pasaman Barat maupun dari luar daerah, termasuk hasil tambang yang ada.
Pelabuhan Teluk Tapang sendiri direncanakan akan terus dikembangkan secara berkelanjutan untuk memaksimalkan potensi ekonomi regional. Dengan akses yang lebih mudah, pelabuhan ini diharapkan menjadi gerbang utama bagi aktivitas perdagangan dan logistik di Sumatera Barat bagian barat.
Infrastruktur yang memadai seperti jembatan ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi. Keberadaan jembatan Pati Bubur 6, Pigogah, dan Sungai Tarok akan secara langsung mendukung kelancaran arus barang dan jasa, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Detail Anggaran dan Kolaborasi Pembangunan
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Armi, menjelaskan bahwa pembangunan ruas Bungo Tanjung–Teluk Tapang merupakan hasil koordinasi erat antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antar tingkatan pemerintahan dalam mewujudkan proyek strategis.
Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp216 miliar untuk pembangunan ruas jalan tersebut selama periode 2022–2024. Sementara itu, total anggaran pembangunan ketiga jembatan yang diresmikan pada tahun 2025 bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp27,76 miliar. Ini menunjukkan komitmen finansial yang signifikan dari kedua belah pihak.
Secara rinci, Jembatan Pati Bubur sepanjang 30 meter dibangun dengan anggaran Rp10,6 miliar, Jembatan Pigogah sepanjang 40 meter menelan biaya Rp9,6 miliar, dan Jembatan Sungai Tarok sepanjang 30 meter senilai Rp7,4 miliar. Pemprov Sumbar juga telah menganggarkan tambahan Rp3,5 miliar pada tahun 2026 untuk melanjutkan pembangunan ruas jalan Bungo Tanjung-Teluk Tapang.
Dampak Ekonomi dan Apresiasi Pemerintah Daerah
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Selain itu, proyek ini juga secara langsung mendukung operasional Pelabuhan Teluk Tapang yang menjadi harapan besar bagi daerah.
Keberadaan jembatan-jembatan baru ini diharapkan dapat mendukung distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya di Pasaman Barat. Dengan infrastruktur yang semakin baik, pemerintah daerah optimistis minat investor untuk berinvestasi di wilayah tersebut akan meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.
Bupati Yulianto juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah, terutama di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi. Atas nama masyarakat Pasaman Barat, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Sumbar, khususnya Gubernur dan jajaran Dinas BMCKTR, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam proyek ini.
Sumber: AntaraNews