Rumah Sakit Hewan Sumbar Diproyeksikan Sumbang PAD Rp2,4 Miliar
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) optimis Rumah Sakit Hewan Sumbar dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp2,4 miliar, didorong peningkatan kepercayaan publik dan kolaborasi strategis.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan optimisme terhadap kontribusi signifikan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Hewan setempat. Institusi ini diproyeksikan mampu menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp2,4 miliar. Target ini menunjukkan peningkatan substansial dari estimasi sebelumnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli, mengungkapkan bahwa target PAD yang semula Rp1,7 miliar dapat meningkat menjadi Rp2,4 miliar pada akhir tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan di Kota Padang pada Selasa (20/1), menyoroti potensi besar sektor kesehatan hewan.
Peningkatan proyeksi PAD ini didasari oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Hewan Provinsi Sumbar. Keberadaan BLUD ini diharapkan menjadi pusat rujukan layanan kesehatan hewan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Peningkatan Kepercayaan dan Target PAD Ambisius
Sukarli menegaskan keyakinannya bahwa angka PAD sebesar Rp2,4 miliar akan tercapai. Optimisme ini muncul seiring dengan terus bertambahnya kepercayaan publik terhadap fasilitas dan tenaga medis di Rumah Sakit Hewan Sumbar. Hal ini mencerminkan keberhasilan dalam menjaga standar pelayanan yang tinggi.
Kontribusi ini tidak hanya sekadar angka, melainkan juga menunjukkan peran strategis Rumah Sakit Hewan dalam ekosistem ekonomi daerah. Dengan menjadi BLUD, rumah sakit memiliki fleksibilitas lebih untuk mengelola pendapatan dan meningkatkan kualitas layanannya secara mandiri.
Peningkatan target PAD ini menjadi indikator positif bagi keberlanjutan operasional dan pengembangan fasilitas kesehatan hewan di masa mendatang. Keberhasilan mencapai target ini akan memperkuat posisi Sumbar sebagai provinsi yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Kolaborasi Strategis untuk Mutu Layanan Unggul
Untuk mendukung peningkatan mutu layanan, UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar telah menjalin kerja sama erat dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan langkah proaktif dalam mengembangkan kapasitas dan inovasi.
Fokus utama kerja sama ini meliputi peningkatan mutu pelayanan medis, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, serta adopsi teknologi dan keilmuan terkini di bidang kesehatan hewan. Hal ini memastikan bahwa rumah sakit selalu berada di garis depan inovasi.
Melalui sinergi dengan akademisi, Rumah Sakit Hewan Sumbar berupaya untuk terus memperbarui protokol medis dan teknik perawatan. Tujuannya adalah memberikan penanganan terbaik bagi hewan peliharaan maupun ternak di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Arahan Gubernur untuk Hilirisasi dan Teknologi Peternakan
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyoroti pentingnya UPTD Rumah Sakit Hewan sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik. Khususnya di sektor peternakan dan kesehatan hewan, reformasi ini diharapkan membawa dampak signifikan.
Pada kesempatan terpisah, Gubernur Mahyeldi juga memberikan arahan kepada UPTD Ternak Unggas untuk memperkuat hilirisasi produk. UPTD tersebut diminta tidak hanya fokus pada produksi bibit, tetapi juga berinovasi dalam penyediaan pakan berkualitas dengan harga kompetitif.
Selain itu, Gubernur juga meminta UPTD Balai Pembibitan Ternak dan Semen Beku (BPTSB) Tuah Sakato untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi produksi. Secara spesifik, penggunaan teknologi sexing pada semen beku ditekankan agar peternak dapat menyesuaikan kebutuhan ternak secara lebih tepat dan efisien.
Sumber: AntaraNews