Layanan Melonjak 600 Persen, UPTD BPK2LP Lampung Ajukan Akreditasi untuk Kesehatan Hewan Prima
Pemprov Lampung mengumumkan UPTD BPK2LP sedang dalam proses akreditasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hewan dan laboratorium pakan, menyusul lonjakan layanan signifikan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan hewan dan laboratorium pakan melalui pengajuan akreditasi. Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Balai Pelayanan Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Laboratorium Pakan (BPK2LP) menjadi ujung tombak dalam upaya ini.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tingginya minat masyarakat terhadap layanan kesehatan hewan, yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah layanan secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Proses akreditasi ini diharapkan dapat memastikan standar kualitas yang lebih tinggi bagi masyarakat Lampung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menjelaskan bahwa UPTD BPK2LP terus menjadi pusat layanan favorit. Pengajuan akreditasi ini bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan pengujian laboratorium kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, serta mutu pakan.
Peningkatan Layanan dan Target Akreditasi UPTD BPK2LP Lampung
UPTD BPK2LP Lampung telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah layanan kesehatan hewan. Data menunjukkan lonjakan yang mencolok dari tahun ke tahun, membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas ini. Pada tahun 2020, jumlah layanan tercatat sebanyak 1.817 ekor, kemudian meningkat menjadi 4.318 ekor pada tahun 2021.
Tren positif ini terus berlanjut, dengan 9.069 ekor pada tahun 2022, dan mencapai puncaknya pada tahun 2023 dengan 14.500 ekor. Lili Mawarti menegaskan, "Dilihat data tersebut maka ada tren semakin meningkat dalam pemberian layanan kesehatan hewan di UPTD BPK2LP." Peningkatan ini menjadi dasar kuat bagi UPTD BPK2LP untuk mengajukan akreditasi demi menjaga dan meningkatkan kualitas layanan.
Proses pengajuan akreditasi ini sedang berjalan, dengan kelengkapan dokumen dan sistem manajemen mutu yang sudah mencapai 80 persen. Rencananya, pendaftaran ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) akan dilakukan pada November 2025. Selanjutnya, assessment lahan dijadwalkan pada tahun 2026.
Jika hasil assessment menunjukkan hasil baik serta laboratorium memenuhi persyaratan SNI ISO IAC 17025-2017 tentang persyaratan laboratorium pengujian, UPTD BPK2LP diharapkan dapat memperoleh sertifikat akreditasi pada tahun 2026. Akreditasi ini akan menjadi bukti komitmen UPTD BPK2LP Lampung terhadap standar kualitas internasional.
Manfaat Akreditasi dan Komitmen Pemprov Lampung
Akreditasi yang diperoleh UPTD BPK2LP Lampung diharapkan membawa dampak positif yang luas. Lili Mawarti berharap, setelah seluruh unit laboratorium di UPTD BPK2LP terakreditasi, layanan kepada masyarakat dapat lebih meningkat. Hal ini juga akan memperkuat peran UPTD dalam menjamin keamanan makanan serta pangan asal hewan.
Keamanan pangan asal hewan merupakan salah satu fondasi penting dalam ketahanan pangan nasional. Dengan laboratorium yang terakreditasi, pengujian mutu pakan dan kesehatan hewan dapat dilakukan dengan standar yang lebih tinggi, memberikan jaminan kepada konsumen. "Pemerintah Provinsi Lampung bersama-sama dengan berbagai pihak terus berkomitmen memajukan dan membangun sektor peternakan serta kesehatan hewan di Lampung agar lebih modern, tangguh, serta berdaya saing," tambah Lili Mawarti. Upaya ini mencerminkan visi Pemprov untuk menciptakan ekosistem peternakan yang kuat dan berkelanjutan di Lampung.
Sumber: AntaraNews