Pelni Siapkan Empat Kapal untuk Layani Angkutan Lebaran 2026 di Nabire
PT Pelni Cabang Nabire menambah armada kapal menjadi empat unit untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa angkutan Lebaran 2026, menjanjikan perjalanan yang nyaman dan terjangkau.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Nabire telah mempersiapkan empat unit armada kapal penumpang guna mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026 di wilayah Papua Tengah. Persiapan ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik. Langkah strategis ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan transportasi laut masyarakat selama periode sibuk tersebut.
Kepala Pelni Cabang Nabire, Robby Munardi, pada Selasa (10/3), mengumumkan penambahan dua kapal penumpang tambahan, yaitu KM Labobar dan KM Dobonsolo. Kedua kapal ini akan melengkapi dua kapal reguler yang biasa beroperasi di rute Nabire. Dengan demikian, total empat kapal siap melayani rute-rute penting bagi pemudik.
Penambahan armada ini signifikan mengingat rute reguler Nabire sebelumnya hanya dilayani oleh KM Gunung Dempo dan KM Dorolonda. Kebijakan ini merupakan upaya Pelni untuk memastikan ketersediaan kapasitas angkut yang memadai. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan demi perjalanan Lebaran yang aman dan nyaman.
Penambahan Armada dan Jadwal Pelayaran
PT Pelni Cabang Nabire secara khusus mendapatkan alokasi dua kapal tambahan untuk masa angkutan Lebaran 2026. Kapal-kapal tersebut adalah KM Labobar dan KM Dobonsolo, yang akan memperkuat layanan di Pelabuhan Nabire. Penambahan ini sangat krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.
Sebelumnya, rute pelayaran reguler dari Nabire hanya mengandalkan dua kapal utama, yakni KM Gunung Dempo dan KM Dorolonda. Dengan adanya empat kapal, diharapkan tidak ada penumpukan penumpang yang signifikan. Kapal-kapal ini akan melayani berbagai rute strategis, baik ke arah timur maupun barat Indonesia.
KM Gunung Dempo dijadwalkan akan berlayar menuju Jayapura pada 12 Maret 2026, melayani rute ke arah timur. Setelah itu, kapal ini akan kembali singgah di Nabire pada 14 Maret 2026. Kemudian, KM Gunung Dempo akan melanjutkan pelayaran menuju rute barat, mencakup kota-kota seperti Manokwari, Sorong, Makassar, Surabaya, hingga Jakarta.
Diskon Tiket dan Stimulus Pemerintah
Dalam rangka meringankan beban biaya perjalanan, Pelni akan memberlakukan diskon tiket kapal sebesar 30 persen. Program diskon ini berlaku mulai tanggal 11 Maret hingga 5 April 2026, mencakup seluruh jenis kapal Pelni. Baik kapal penumpang maupun kapal perintis dapat dinikmati dengan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran stimulus yang substansial untuk mendukung program diskon tiket ini. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp42,3 miliar, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi mudik Lebaran. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk menggunakan transportasi laut.
Diskon tiket ini menjadi kabar baik bagi para pemudik yang merencanakan perjalanan jauh. Dengan adanya potongan harga, biaya transportasi dapat ditekan, sehingga dana dapat dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran lainnya. Pelni berharap program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.
Kemudahan Pemesanan dan Kapasitas Angkut
Pelni Cabang Nabire mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Pelni Mobile atau loket resmi dalam memesan tiket. Pemesanan melalui jalur resmi sangat disarankan untuk menghindari praktik percaloan yang merugikan penumpang. "Kami mengimbau masyarakat agar membeli tiket pada tempat penjualan resmi dan tidak menggunakan jasa calo karena identitas pada tiket sering kali tidak sesuai dengan identitas penumpang yang akan berangkat," ujar Robby.
Identitas pada tiket harus sesuai dengan identitas penumpang yang akan berangkat demi kelancaran proses keberangkatan. Aplikasi Pelni Mobile menawarkan kemudahan bagi calon penumpang untuk memesan tiket jauh-jauh hari. Masyarakat dapat melakukan pemesanan hingga 30 hari sebelum jadwal keberangkatan kapal. Fitur ini memungkinkan perencanaan perjalanan yang lebih matang dan menghindari kehabisan tiket pada saat-saat terakhir.
Selain itu, Kementerian Perhubungan telah memberikan dispensasi khusus kepada seluruh kapal penumpang yang singgah di Pelabuhan Nabire. Dispensasi ini memungkinkan kapal untuk mengangkut penumpang hingga 150 persen dari kapasitas normal. Kebijakan ini bertujuan untuk mengakomodasi lonjakan jumlah pemudik dan memastikan semua dapat terangkut.
Sumber: AntaraNews