Pelni Denpasar Tingkatkan 50 Persen Kapasitas Mudik Lebaran 2026, Antisipasi Lonjakan Penumpang
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Denpasar menambah 50 persen kapasitas penumpang untuk Mudik Lebaran 2026, menyiapkan tiga armada kapal dan fasilitas baru guna mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Denpasar mengambil langkah strategis dengan meningkatkan kapasitas penumpang hingga 50 persen untuk melayani angkutan Mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk mengakomodasi perkiraan lonjakan jumlah pemudik yang akan menggunakan jalur laut.
Kepala Pelni Denpasar, Arfah Yusuf, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas ini didukung oleh penyediaan tiga armada kapal motor (KM), yaitu KM Awu, KM Tilongkabila, dan KM Binaiya. Setiap kapal yang semula berkapasitas sekitar 1.000 penumpang kini dapat mengangkut hingga 1.500 penumpang selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.
Selain penambahan kapasitas, Pelni Denpasar juga membarui sejumlah fasilitas penumpang, termasuk matras, yang telah dilakukan secara bertahap sejak periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Peningkatan layanan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang akan melakukan perjalanan.
Persiapan Armada dan Fasilitas Pelni Denpasar
Dalam rangka menyambut Mudik Lebaran 2026, Pelni Denpasar telah menyiapkan secara matang tiga kapal utama untuk melayani rute-rute strategis. KM Awu, KM Tilongkabila, dan KM Binaiya menjadi tulang punggung dalam upaya peningkatan kapasitas angkut hingga 50 persen.
Setiap kapal tersebut kini mampu menampung 1.500 penumpang, naik dari kapasitas normal 1.000 orang, guna memastikan seluruh pemudik dapat terlayani dengan baik. Persiapan ini mencakup pembaruan fasilitas seperti matras yang telah ditingkatkan kualitasnya secara bertahap sejak akhir tahun 2025.
Tidak hanya itu, Pelni Denpasar juga menambah personel untuk mendukung kelancaran proses embarkasi dan debarkasi penumpang di terminal domestik Pelabuhan Benoa, Denpasar. Penambahan staf ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan dan memastikan keamanan serta kenyamanan pemudik selama berada di pelabuhan.
Proyeksi Peningkatan Penumpang dan Stimulus Pemerintah
Pelni Denpasar memperkirakan adanya peningkatan jumlah penumpang sebesar lima persen pada Mudik Lebaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini diprediksi naik dari sekitar 5.000 orang menjadi hingga 5.500 penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Benoa.
Salah satu faktor pendorong peningkatan jumlah penumpang ini adalah adanya stimulus ekonomi dari pemerintah berupa potongan harga tiket sebesar 30 persen dari harga dasar. Insentif ini diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan pemudik dan mendorong lebih banyak masyarakat untuk menggunakan transportasi laut.
Peningkatan ini juga sejalan dengan prediksi bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada sekitar tanggal 20-21 Maret 2026, dengan periode cuti bersama yang memungkinkan masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk mudik.
Puncak Arus Mudik dan Destinasi Favorit
Puncak arus mudik di Pelabuhan Benoa Denpasar diperkirakan terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026, dengan rute pelayaran menuju Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilayani oleh KM Awu. Selanjutnya, puncak kedua diprediksi pada Selasa, 17 Maret 2026, untuk rute menuju Lembar dan Bima, NTB, yang akan dilayani oleh KM Tilongkabila.
Hingga saat ini, sudah ada sekitar 800 penumpang yang telah mengantongi tiket untuk dua rute tersebut, dan jumlah ini masih berpotensi terus bertambah karena pembelian tiket masih dibuka. Mayoritas tren keberangkatan pemudik dari Denpasar memang didominasi oleh tujuan NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Denpasar terus memantau perkembangan jumlah penumpang dan siap mengoptimalkan layanan demi kelancaran Mudik Lebaran 2026. (ANTARA News Bali)
Sumber: AntaraNews