Satpol PP Tertibkan 5 Lapak Hewan Kurban yang Kuasai Trotoar di Jakpus
Penertiban dilakukan karena lapak dinilai melanggar aturan dan mengganggu ketertiban umum serta akses pejalan kaki.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menertibkan lima lapak pedagang hewan kurban yang berdiri di atas trotoar kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (21/5/2026). Penertiban dilakukan karena lapak dinilai melanggar aturan dan mengganggu ketertiban umum serta akses pejalan kaki.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi menyebut bahwa penertiban dilakukan oleh jajaran Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Pusat, Satpol PP Kecamatan Tanah Abang, dan Satpol PP Kecamatan Johar Baru.
"Kami telah menertibkan tiga lapak di wilayah Tanah Abang dan dia lapak di kecamatan Johar," kata Satriadi saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Proses Penertiban Berlangsung Aman
Satriadi menyatakan bahwa proses penertiban berlangsung aman dan terkendali. Pihaknya, telah terlebih dahulu memberikan pengarahan kepada pedagang hewan kurban yang berjualan di fasilitas umum (fasum) tersebut.
"Oleh sebab itu, situasi selama kegiatan aman dan terkendali," ujarnya.
Satriadi menjelaskan, patroli dan monitoring serta penertiban pedagang hewan kurban yang masih berjualan di atas trotoar akan terus dilakukan jelang Hari Raya Iduladha.
Mengganggu Aktivitas Publik
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang pedagang hewan kurban berjualan di lokasi yang mengganggu aktivitas publik, seperti trotoar hingga taman kota, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
"Di Jakarta saya sudah mengeluarkan instruksi tidak boleh berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik, terutama di trotoar, di kebun, di taman-taman,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
Ia meminta penjual hewan kurban yang masih menggunakan trotoar dan fasilitas umum (fasum) lainnya di ibu kota segera pindah ke lokasi yang memadai.
“Maka yang seperti itu segera diberikan peringatan dan mereka untuk tidak boleh berjualan,” ujar dia.
Menurut Pramono, kondisi penjualan hewan kurban di Jakarta saat ini relatif sudah tertib dan hampir tidak ditemukan lagi pedagang yang menggunakan fasilitas publik.
"Dan relatif sekarang ini kan hampir tidak ada di Jakarta," katanya.