Proyeksi Penumpang Pelni Batam Lebaran 2026 Diprediksi Naik 5 Persen
PT Pelni Cabang Batam memproyeksikan kenaikan jumlah penumpang hingga 5 persen pada Angkutan Lebaran 2026, dengan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam memproyeksikan peningkatan signifikan jumlah penumpang pada periode Angkutan Lebaran 2026. Kenaikan ini diperkirakan mencapai 1 hingga 5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Persiapan matang telah dilakukan untuk menyambut lonjakan pemudik yang akan menggunakan jalur laut.
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, mengungkapkan bahwa pada Angkutan Lebaran 2025, total penumpang arus mudik dan balik mencapai 646.554 orang. Dengan proyeksi kenaikan tersebut, Pelni Batam menargetkan dapat melayani hingga 679 ribu penumpang tahun ini. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk pulang kampung.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 19 Maret 2026, khususnya untuk rute padat tujuan Belawan, Sumatera Utara. Pelni Batam bersama instansi terkait telah menyusun strategi komprehensif. Tujuannya guna memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan seluruh pemudik.
Antisipasi Lonjakan Penumpang dengan Penambahan Armada
Untuk menghadapi proyeksi kenaikan jumlah penumpang pada Angkutan Lebaran 2026, Pelni Batam telah menyiapkan langkah strategis. Salah satunya adalah dengan penambahan armada kapal. Ini dilakukan untuk memastikan kapasitas angkut yang memadai bagi seluruh pemudik.
Edwin Kurniansyah menjelaskan, “Untuk angkutan Lebaran tahun 2026 ini, selain KM Kelud yang biasa rutin masuk Batam, akan ada tambahan satu kapal yaitu KM Nggapulu.” Penambahan kapal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk memberikan pilihan lebih banyak bagi penumpang.
Rute Batam-Belawan menjadi perhatian utama karena merupakan lintasan terpadat pada tahun sebelumnya. Oleh karena itu, antisipasi khusus telah disiapkan di pelabuhan. Ini termasuk pengaturan alur penumpang dan penambahan personel untuk kelancaran operasional.
Stimulus Diskon Tiket dan Penjualan Bertahap
Pemerintah memberikan dukungan signifikan untuk Angkutan Lebaran 2026 melalui stimulus diskon tiket. Diskon sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket kapal Pelni ini berlaku untuk keberangkatan antara 11 Maret hingga 5 April 2026. Alokasi anggaran mencapai Rp42,3 miliar untuk program ini.
Edwin berharap, “Harapannya dengan diskon 30 persen ini ada kelebihan dana yang bisa dimanfaatkan pemudik di kampung halamannya.” Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan. Selain itu, juga mendorong lebih banyak masyarakat untuk mudik menggunakan transportasi laut.
Terkait penjualan tiket, Pelni Batam menerapkan sistem bertahap pada periode puncak atau peak season. Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan penumpang dan praktik borong tiket. Penjualan tidak langsung dibuka sekaligus, melainkan diatur agar lebih terencana dan terkontrol.
Koordinasi Lintas Instansi dan Kenyamanan Pemudik
Menjelang puncak arus mudik, Pelni Batam aktif berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi ini melibatkan berbagai instansi di Pelabuhan Bintang 99 Persada Batu Ampar. Tujuannya untuk memastikan semua aspek operasional berjalan lancar dan aman.
Edwin Kurniansyah menambahkan, “Biasanya ada koordinasi antar-instansi. Untuk mengurangi kejenuhan penumpang menunggu kapal, kemungkinan akan ada hiburan atau customer happiness seperti tahun-tahun sebelumnya.” Inisiatif seperti stan pijat yang pernah ada pada tahun 2025 menjadi contoh upaya meningkatkan kenyamanan penumpang. Hal ini dilakukan selama menunggu keberangkatan kapal.
Selain itu, Pelni Batam juga mengimbau para penumpang untuk membawa barang seperlunya. Ini penting demi kenyamanan bersama di dalam kapal. Dengan ruang kapal yang tidak terlalu sempit karena barang bawaan, perjalanan akan lebih nyaman bagi semua. Pesan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran selama pelayaran.
Sumber: AntaraNews