Pelni Sorong Kerahkan 8 Kapal Layani Arus Mudik Natal dan Tahun Baru 2026, Siapkan Diskon Tiket

PT Pelni Cabang Sorong mengerahkan delapan kapal untuk melayani arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026, termasuk diskon tiket 20% untuk menarik penumpang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pelni Sorong Kerahkan 8 Kapal Layani Arus Mudik Natal dan Tahun Baru 2026, Siapkan Diskon Tiket
PT Pelni Cabang Sorong mengerahkan delapan kapal untuk melayani arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026, termasuk diskon tiket 20% untuk menarik penumpang. (AntaraNews)

PT Pelni Cabang Sorong, Papua Barat Daya, telah mengerahkan delapan kapal penumpang untuk memastikan kelancaran pelayanan selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Penambahan satu kapal ke armada Pelni Sorong menjadikan total delapan kapal siap berlayar melayani rute-rute strategis di wilayah tersebut. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terjadi menjelang akhir tahun.

Kepala Cabang Pelni Sorong, Duta Kusuma Putra, menjelaskan bahwa secara normal Pelni Sorong memiliki tujuh kapal, namun satu kapal tambahan, yakni KM Labobar, didatangkan khusus untuk mendukung angkutan Natal. Selain delapan kapal penumpang utama, empat kapal perintis juga akan turut membantu melayani arus mudik dan balik di Papua Barat Daya. Kesiapan armada ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat.

Seluruh kapal penumpang yang dikerahkan telah melalui uji petik oleh Kementerian Perhubungan, menjamin kondisi keamanan dan kelayakan berlayar. Pelni memprediksi puncak arus penumpang akan terjadi pada 22 Desember 2025, bertepatan dengan kedatangan dua kapal besar, KM Sinabung dan KM Labobar, secara bersamaan di Sorong. Penumpang diimbau untuk merencanakan perjalanan mereka dengan baik.

Untuk menghadapi masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Pelni Cabang Sorong telah menyiapkan delapan kapal penumpang yang akan beroperasi. Armada ini mencakup KM Doloronda, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Gunung Dempo, KM Tatamailau, dan KM Labobar yang merupakan penambahan khusus. Kesiapan kapal-kapal ini menjadi prioritas utama guna menjamin kenyamanan dan keamanan perjalanan penumpang.

Selain kapal penumpang, empat kapal perintis juga akan mendukung operasional Pelni di wilayah Papua Barat Daya. Kapal-kapal perintis tersebut adalah Kapal Sabuk Nusantara 75, Sabuk Nusantara 42, Sabuk Nusantara 96, dan Sabuk Nusantara 112. Kehadiran kapal perintis ini sangat penting untuk menjangkau daerah-daerah terpencil dan memastikan konektivitas transportasi laut.

Duta Kusuma Putra menegaskan bahwa semua kapal telah melewati proses uji petik ketat dari Kementerian Perhubungan, memastikan standar keselamatan terpenuhi. Prediksi puncak arus penumpang pada 22 Desember 2025 menjadi perhatian khusus, mengingat dua kapal besar akan tiba bersamaan. Pelni telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mengelola lonjakan penumpang pada tanggal tersebut.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah dan stimulus ekonomi, Pelni menawarkan program diskon sebesar 20 persen dari tarif dasar setiap tiket. Program ini memiliki kuota terbatas dan menargetkan 405.881 penumpang di seluruh Indonesia. Diskon stimulus berlaku untuk periode keberangkatan mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, setelah kuota habis, tarif akan kembali normal.

Pelni mengimbau seluruh calon penumpang untuk memesan tiket jauh sebelum tanggal keberangkatan guna menghindari kehabisan tempat dan mendapatkan harga terbaik. Pemesanan tiket dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Pelni Mobile atau website resmi Pelni. Selain itu, layanan pemesanan juga tersedia melalui contact center 162 dan loket cabang Pelni di berbagai kota.

Untuk kemudahan pembayaran, Pelni telah bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan dan mitra ritel. Metode pembayaran yang tersedia antara lain Bank BTN, BRIVA, BNI Virtual Account, Permata Bank, Mandiri Virtual Account, Indomaret, Alfamart, iSaku, Finpay, dan Fastpay. Berbagai opsi ini diharapkan memudahkan penumpang dalam bertransaksi. Kondisi penumpang dilaporkan mulai mengalami kenaikan sejak 12 Desember 2025.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi