Peduli Lingkungan, PT JAS Luncurkan Belt Conveyor Loader Berbasis Hybrid di Bandara Soetta
Peluncuran BCL berbasis hybrid ini merupakan komitmen JAS terhadap inovasi teknologi dan keunggulan operasional.
PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS), perusahaan ground-handling terkemuka di Indonesia yang merupakan salah satu subsidiari EMTEK, meluncurkan Belt Conveyor Loader (BCL) hybrid pertamanya dalam sebuah seremoni khusus yang digelar di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Inisiatif ini menandai era baru dalam layanan penanganan darat yang inovatif dan lebih berkelanjutan.
Wakil Presiden Direktur/COO PT Jasa Angkasa Semesta Tbk, Kevin Chin, mengatakan peluncuran BCL berbasis hybrid ini merupakan komitmen JAS terhadap inovasi teknologi, dan keunggulan operasional dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan.
"Peluncuran BCL hybrid ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan langkah nyata menuju visi keberlanjutan kami,” ujar Wakil Presiden Direktur/COO PT JAS Kevin Chin, dalam acara peluncuran Belt Conveyor Loader (BCL) hybrid di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa, (29/4).
Kevin menambahkan, pemanfaatan BCL berbasis hybrid ini juga merupakan langkah strategis Perseroan dalam mendukung transisi dari peralatan berbasis mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) menuju teknologi hybrid dan listrik sepenuhnya. Inisiatif ini sejalan dengan upaya global untuk mendekarbonisasi industri penerbangan.
"Kami berinvestasi tidak hanya pada peralatan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga pada masa depan industri penerbangan Indonesia. Ini adalah kontribusi kami untuk menciptakan ekosistem ground handling yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab," tegasnya.
Selain itu, pemanfaatan BCL hybrid ini merupakan langkah awal dari inisiatif transformasi besar PT JAS menuju penggunaan Ground Support Equipment (GSE) yang ramah lingkungan.
Siapkan Pembangunan Infrastruktur Pendukung
Saat ini, PT JAS sedang mempersiapkan pembangunan infrastruktur pendukung, pelatihan ulang tim operasional, dan penyesuaian prosedur layanan untuk mewujudkan target keberlanjutan tersebut. Kevin memastikan proses transisi menuju operasional yang sepenuhnya elektrik akan dilakukan secara bertahap.
Hal ini untuk memastikan kesiapan dalam hal infrastruktur, terutama ketersediaan daya listrik yang stabil dan memadai, serta untuk memberikan waktu yang cukup bagi staf untuk beradaptasi dan menguasai penggunaan peralatan baru yang berbeda dari yang sebelumnya.
BCL hybrid pertama PT JAS ini dilengkapi dengan dua sumber tenaga, yaitu kombinasi sistem listrik dan bahan bakar konvensional, yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas, keandalan, dan efisiensi energi. Peralatan ini dibuat untuk secara signifikan mengurangi emisi karbon dan konsumsi bahan bakar, serta memenuhi standar lingkungan internasional.
"BCL Ini adalah unit hybrid pertama dalam rencana transisi armada secara menyeluruh yang mencakup pembangunan infrastruktur dan transformasi operasional secara bertahap," ucapnya.
Dengan pengenalan teknologi hybrid ini JAS menargetkan pengurangan jejak karbon dan mendukung operasional bandara yang lebih ramah lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi ESG (Environmental, Social, Governance) JAS, yang menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan jangka panjang perusahaan.