JAS Airport Services Dukung Penerbangan Perdana Etihad Airways di Bandara Kualanamu

JAS Airport Services memberikan dukungan untuk penerbangan perdana Etihad Airways dari Abu Dhabi ke Medan melalui layanan ground handling.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
JAS Airport Services Dukung Penerbangan Perdana Etihad Airways di Bandara Kualanamu
JAS Airport Services melatani ground handling berstandar internasional penerbangan perdana Etihad Airways rute Abu Dhabi--Medan. (Dok PT JAS) (© 2025 Liputan6.com)

PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), yang merupakan penyedia layanan ground handling terkemuka di Indonesia, dengan bangga memberikan dukungan pada penerbangan perdana Etihad Airways dari Zayed International Airport, Abu Dhabi (AUH) menuju Bandara Internasional Kualanamu, Medan (KNO).

Pesawat Airbus A321 LR dengan nomor penerbangan EY 480 tiba di Kualanamu pada pukul 07.37 WIB, disambut dengan tradisi water salute yang meriah, sebagai simbol resmi dimulainya rute baru ini.

Sebagai mitra resmi dari Etihad Airways, JAS Airport Services memastikan operasional penerbangan perdana berlangsung dengan aman, lancar, dan efisien. Layanan yang diberikan mencakup berbagai aspek, antara lain:

  1. Passenger Services: meliputi proses check-in, boarding, dan pelayanan di terminal.
  2. Ramp Handling: penanganan bagasi, kargo, serta koordinasi peralatan darat.
  3. Aviation Security: pengawasan keamanan yang sesuai dengan standar internasional.

General Manager West PT Jasa Angkasa Semesta, Patria Bayuaji, mengungkapkan kebanggaannya dapat mendukung penerbangan perdana Etihad Airways di Medan. JAS berkomitmen untuk menyajikan layanan ground handling yang terbaik, sesuai dengan standar internasional, agar setiap penerbangan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman yang positif bagi para penumpang.

Patria menyatakan, "Kehadiran Etihad Airways di Kualanamu membuktikan kepercayaan maskapai internasional terhadap profesionalisme JAS di Indonesia," dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (7/10).

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam industri ground handling, JAS terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi maskapai internasional. Dukungan terhadap penerbangan perdana Etihad Airways ini juga menegaskan peran penting JAS dalam memperluas konektivitas global, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di tanah air.

JAS Airport Services Dukung Penerbangan Perdana Etihad Airways di Bandara Kualanamu
JAS Airport Services melatani ground handling berstandar internasional penerbangan perdana Etihad Airways rute Abu Dhabi--Medan. (Dok PT JAS) © 2025 Liputan6.com

Baru-baru ini, PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS), yang merupakan perusahaan ground-handling terkemuka di Indonesia, meluncurkan Belt Conveyor Loader (BCL) hybrid pertamanya dalam sebuah acara khusus di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Peluncuran ini menandai dimulainya era baru dalam layanan penanganan darat yang lebih inovatif dan berkelanjutan, serta menunjukkan komitmen JAS terhadap keberlanjutan lingkungan dan keunggulan operasional.

Inisiatif ini juga merupakan langkah strategis bagi perusahaan untuk beralih dari peralatan berbasis mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) ke teknologi hybrid dan listrik sepenuhnya, yang sejalan dengan upaya global dalam mendekarbonisasi industri penerbangan.

"Peluncuran BCL hybrid ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan langkah nyata menuju visi keberlanjutan kami," ujar Wakil Presiden Direktur/COO PT Jasa Angkasa Semesta, Kevin Chin, dalam keterangan resmi yang dirilis pada Selasa (29/4).

Ia menambahkan bahwa investasi yang dilakukan tidak hanya pada peralatan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga pada masa depan industri penerbangan di Indonesia. "Ini adalah kontribusi kami untuk menciptakan ekosistem ground handling yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab."

Inisiatif transformasi besar JAS menuju penggunaan Ground Support Equipment (GSE) yang lebih ramah lingkungan dimulai dengan peluncuran BCL hybrid. Saat ini, perusahaan sedang dalam proses mempersiapkan pembangunan infrastruktur yang diperlukan, melakukan pelatihan ulang bagi tim operasional, serta melakukan penyesuaian pada prosedur layanan untuk mencapai target keberlanjutan.

Transisi menuju operasional yang sepenuhnya elektrik akan dilakukan secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama dalam hal ketersediaan daya listrik yang stabil dan memadai, serta memberikan waktu yang cukup bagi staf agar dapat beradaptasi dan menguasai penggunaan peralatan baru yang berbeda dari sebelumnya.

"Perusahaan sedang mempersiapkan pembangunan infrastruktur pendukung, pelatihan ulang tim operasional, dan penyesuaian prosedur layanan demi mewujudkan target keberlanjutan tersebut."

Dengan langkah-langkah ini, JAS berkomitmen untuk bertransformasi menuju operasional yang lebih ramah lingkungan. Proses transisi yang bertahap diharapkan dapat membantu dalam mengatasi tantangan yang mungkin muncul selama perubahan ini.

Selain itu, perhatian yang diberikan pada pelatihan staf merupakan aspek penting agar mereka dapat beradaptasi dengan baik terhadap teknologi baru yang akan diterapkan.

Rekomendasi