Pedagang di Pasar Pariaman Terima Bantuan Beras, Upaya Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Ratusan Pedagang di Pasar Pariaman terima bantuan dampak bencana hidrometeorologi, pemerintah setempat salurkan beras untuk pulihkan ekonomi dan penuhi kebutuhan pokok.
Sebanyak 109 pedagang di Pasar Pagi dan Pasar Basah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, menerima bantuan beras dari pemerintah setempat. Bantuan ini disalurkan sebagai respons terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi para pedagang yang terdampak.
Penyaluran bantuan beras ini dilakukan pada Sabtu, 10 Januari, di tengah upaya pemulihan pascabencana. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menekankan bahwa pedagang pasar merupakan kelompok yang paling cepat merasakan dampak ekonomi saat bencana terjadi. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk memberikan dukungan konkret.
Dampak cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu sempat melumpuhkan aktivitas perdagangan di Pariaman. Kondisi ini secara signifikan menurunkan daya beli masyarakat, sehingga berimbas langsung pada pendapatan para pedagang kecil di daerah tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulus pemulihan.
Dampak Bencana Hidrometeorologi dan Respons Pemerintah
Bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Pariaman dari 21 hingga 28 November 2025 menyebabkan kerugian signifikan. Pemerintah Kota Pariaman mencatat banjir di 121 lokasi, enam titik longsor, dan puluhan pohon tumbang. Cuaca ekstrem ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian lokal.
Aktivitas berbelanja di pasar menjadi sepi, bahkan sektor pariwisata pun turut terganggu. Situasi ini secara langsung memengaruhi pendapatan para pedagang kecil dan perkembangan ekonomi daerah secara keseluruhan. Wali Kota Yota Balad menyatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan kebutuhan pokok keluarga pedagang tetap terpenuhi di masa sulit.
Pemerintah menyadari bahwa pemulihan ekonomi pascabencana memerlukan dukungan nyata. Oleh karena itu, penyaluran bantuan beras ini menjadi langkah awal untuk membantu para pedagang bangkit kembali. Diharapkan bantuan ini dapat memberikan semangat baru bagi mereka untuk kembali beraktivitas.
Detail Bantuan dan Harapan Pemulihan Ekonomi
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Pariaman, Alyendra, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berupa beras seberat 5 kilogram untuk masing-masing penerima. Bantuan ini tidak diberikan kepada semua pedagang, melainkan difokuskan pada pedagang kaki lima, termasuk pedagang sayuran, yang dianggap paling rentan.
Bantuan beras ini ditujukan khusus untuk konsumsi penerima, dengan harapan dapat mengurangi beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi keluarga pedagang. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, pedagang dapat lebih fokus pada upaya pemulihan usaha mereka.
Wali Kota Yota Balad berharap bantuan ini dapat meningkatkan semangat para pedagang untuk kembali memenuhi kebutuhan keluarga. Secara tidak langsung, hal ini diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan perekonomian daerah secara keseluruhan. Pemulihan sektor perdagangan menjadi kunci penting dalam kebangkitan ekonomi Pariaman.
Kondisi Kerusakan dan Imbauan Penataan Lapak
Dampak cuaca ekstrem di Pariaman sangat luas, mencakup kerusakan infrastruktur vital. Lima ruas jalan amblas, satu jembatan rusak, dan 45 unit sekolah mengalami kerusakan. Dinding penahan di sejumlah aliran sungai juga rusak parah akibat hantaman banjir, menambah daftar panjang kerugian infrastruktur.
Selain itu, puluhan hektare ladang dan ratusan hektare lahan sawah terendam banjir, mengancam mata pencarian petani. Sebanyak 58 unit rumah warga dinyatakan tidak layak huni, memaksa penghuninya untuk diungsikan. Kondisi ini menunjukkan skala kerusakan yang membutuhkan upaya rehabilitasi komprehensif.
Di sisi lain, Wali Kota Yota Balad juga mengimbau para pedagang untuk ikut serta menata kerapian lapak mereka yang berada di pinggiran jalan. Penataan ini penting agar para pembeli merasa nyaman saat berbelanja di pasar. Lingkungan pasar yang rapi dan bersih diharapkan dapat menarik kembali minat pembeli dan mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi.
Sumber: AntaraNews