Pemkab Pasaman Barat Percepat Distribusi 7,84 Ton Bantuan Beras Pasaman Barat untuk Korban Banjir
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mempercepat penyaluran bantuan beras Pasaman Barat sebanyak 7,84 ton kepada ribuan warga terdampak banjir di enam nagari, memastikan kebutuhan logistik terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat, bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak bencana alam. Distribusi ini menyasar enam nagari di bagian utara daerah tersebut pada Minggu (30/11). Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar korban banjir segera terpenuhi.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, bersama Wakil Bupati M.Ihpan, secara langsung memimpin proses pembagian bantuan. Mereka mengunjungi lokasi terdampak di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, untuk memantau kondisi warga. Fokus utama adalah mempercepat penyaluran beras dan sembako lainnya.
Total bantuan yang diserahkan berupa beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) mencapai 7,84 ton atau setara 7.841,75 kilogram. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ribuan jiwa yang masih mengungsi akibat dampak bencana banjir. Pemkab berkomitmen penuh dalam penanganan darurat ini.
Distribusi Bantuan Merata di Enam Nagari
Penyaluran bantuan beras Pasaman Barat ini dilakukan secara maraton ke beberapa wilayah yang paling membutuhkan. Enam lokasi utama menjadi sasaran pendistribusian logistik penting tersebut. Setiap nagari menerima alokasi beras sesuai dengan jumlah penduduk terdampak.
Nagari Aia Gadang Barat di Kecamatan Pasaman menerima 2,27 ton atau 2.278,5 kilogram beras. Sementara itu, Nagari Koto Sawah Ujung Gading di Kecamatan Lembah Melintang mendapatkan 1,28 ton atau 1.282,75 kilogram. Nagari Pematang Panjang juga menerima 171,5 kilogram beras untuk warganya.
Selanjutnya, Nagari Air Bangis di Kecamatan Sungai Beremas menerima 490 kilogram bantuan beras. Di Kecamatan Ranah Batahan, Nagari Desa Baru Barat mendapatkan 1,52 ton atau 1.527,75 kilogram, dan Nagari Desa Baru menerima 2,09 ton atau 2.091,25 kilogram. Penyaluran ini memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Imbauan Kewaspadaan dan Koordinasi Penanganan Bencana
Bupati Yulianto mengimbau seluruh warga terdampak bencana untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini sangat penting mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Pasaman Barat. Keselamatan dan keamanan warga menjadi prioritas utama.
Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada distribusi logistik, tetapi juga aktif mengunjungi tempat-tempat pengungsian. "Kita secara bersama-sama langsung mengunjungi warga terdampak bencana alam, termasuk ke tempat pengungsian yang ada," kata Bupati Yulianto. Ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam penanganan langsung.
Untuk memastikan penanganan yang komprehensif, Bupati telah menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi. Kolaborasi ini juga melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam upaya penanggulangan bencana dan pendistribusian logistik. Koordinasi yang baik diharapkan mempercepat pemulihan.
Data Dampak Bencana dan Kerugian Infrastruktur
Data terbaru dari BPBD Pasaman Barat hingga Minggu (30/11) siang menunjukkan skala dampak bencana yang signifikan. Tercatat sebanyak 4.292 jiwa atau 1.198 Kepala Keluarga (KK) masih berada di pengungsian. Jumlah ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan bantuan dan dukungan.
Secara keseluruhan, 13.281 KK atau 54.844 jiwa terdampak langsung oleh bencana banjir ini. Sayangnya, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Kerugian tidak hanya pada aspek kemanusiaan, tetapi juga infrastruktur vital di Pasaman Barat.
Fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan serius, dengan 26 unit dilaporkan rusak. Satu perkantoran dan satu titik bendungan jembatan juga mengalami kerusakan parah. Selain itu, 534 hektare lahan pertanian terdampak, mengancam mata pencarian warga setempat dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews