Menteri PU Klaim Sudah Tak Ada Lagi Daerah Terisolasi di Sumatra
Di sisi lain, total infrastruktur dasar milik daerah yang terdampak bencana ada sebanyak 2.710 unit.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengklaim saat ini sudah tidak ada lagi daerah yang terisolasi di Sumatra, khususnya di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat setelah 52 hari pasca bencana banjir dan longsor.
Meskipun infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan belum pulih 100 persen, namun Dody menyebut penyaluran bantuan kini sudah bisa dilakukan via jalur darat.
"Jadi kalau misalnya pun ada jembatan-jembatan nasional yang rusak parah, seperti ruas Tarutung-Sibolga, kita masih bisa pakai jalan-jalan sedikit berputar lewat jalan provinsi. Sehingga boleh dibilang untuk Sumut itu sudah tidak ada lagi daerah yang terisolir. Begitu juga dengan Aceh dan Sumatera Barat," ujarnya di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1).
Menurut data milik Kementerian PU, ada sebanyak 99 jalan nasional serta 33 jembatan nasional di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang terdampak bencana. Namun, Dody mengatakan akses tersebut kini sudah bisa dioperasikan secara fungsional.
"Semua jalan dan jembatan sudah berfungsi secara fungsional, sudah oke semua," ungkap dia.
Di sisi lain, total infrastruktur dasar milik daerah yang terdampak bencana ada sebanyak 2.710 unit. Terdiri dari sekitar 1.900 jalan daerah dan 753 jembatan daerah. "Kita sekarang sudah mulai masuk ke ke perbaikan jalan dan jembatan daerah," imbuhnya.
Baru Bisa Beroperasi Fungsional
Hanya saja, infrastruktur jalan dan jembatan tersebut masih belum bisa operasional 100 persen. Dengan dibuka fungsional 72 persen untuk jalan daerah, dan baru sekitar 13 persen untuk jembatan daerah.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU mencatat, ada sebanyak 179 unit jaringan SPAM dan PDAM yang terdampak bencana. Kondisinya saat ini telah bisa fungsional 89 persen.
"Fungsional ini maksudnya belum 100 persen, hampir semua intake-nya bermasalah. Karena sungai-sungainya mendadak melebar dan mendangkal," terang Dody.