Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera secara intensif mempercepat perbaikan infrastruktur dasar. Upaya ini bertujuan utama untuk memulihkan jalur logistik dan konektivitas pascabencana di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Koordinasi ini dilakukan untuk mengakselerasi pembangunan jembatan yang rusak akibat bencana di wilayah Sumatera.
Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung yang mengalami kerusakan. Hal ini krusial untuk memastikan kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik di seluruh wilayah terdampak.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per 23 Februari 2026, pemulihan konektivitas di Sumatera difokuskan pada berbagai infrastruktur fisik. Ini mencakup perbaikan jalan dan jembatan, serta pemulihan infrastruktur listrik, telekomunikasi, Base Transceiver Station (BTS), dan jaringan internet.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kehidupan masyarakat dapat segera kembali normal dan roda perekonomian dapat bergerak kembali tanpa hambatan signifikan. Upaya koordinasi lintas kementerian menjadi kunci dalam mencapai target pemulihan yang cepat dan efektif.
Advertisement
Di Provinsi Aceh, seluruh 38 ruas jalan nasional yang terdampak kini telah beroperasi fungsional. Demikian pula, dari 17 jembatan nasional yang mengalami kerusakan, semuanya sudah dapat digunakan kembali secara fungsional.
Untuk jalan daerah, dari total 1.637 ruas yang terdampak, sebanyak 1.521 di antaranya atau sekitar 92 persen telah berfungsi normal. Sementara itu, dari 650 jembatan daerah yang rusak, 351 atau 54 persen telah beroperasi fungsional.
Progres perbaikan serupa juga terlihat di Sumatera Utara. Seluruh 30 jalan nasional yang terdampak telah beroperasi fungsional, begitu pula dengan 5 jembatan nasional yang rusak.
Advertisement
Pada tingkat daerah, dari 616 jalan yang terdampak, 607 di antaranya atau 98 persen sudah berfungsi. Dari 366 jembatan daerah yang rusak, 344 atau 93 persen telah beroperasi fungsional.
Advertisement
Konektivitas darat di Sumatera Barat juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Seluruh 31 jalan yang terdampak telah beroperasi fungsional, dan 13 jembatan yang rusak juga sudah fungsional.
Di tingkat daerah, dari 167 jalan yang terdampak, 149 di antaranya atau 91 persen telah berfungsi. Sementara itu, 95 dari 162 jembatan daerah yang rusak, atau sekitar 54,9 persen, sudah dapat digunakan.
Selain infrastruktur darat, pemulihan jaringan listrik dan layanan telekomunikasi juga menunjukkan tren positif. Pasokan listrik di Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya. Di Aceh dan Sumatera Utara, hanya tersisa sebagian kecil pelanggan yang masih dalam tahap penanganan. Seluruh BTS yang sebelumnya terdampak di ketiga provinsi tersebut kini telah kembali berfungsi 100 persen.
Advertisement
Sumber: AntaraNews