Gubernur Bali, Wayan Koster dan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyerahkan bantuan kepada ratusan pedagang di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, di Kota Denpasar, yang terdampak banjir besar pada Rabu (10/9) lalu.
Gubernur Koster mengatakan, saat banjir terjadi banyak barang-barang para pedagang yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, ada barang pedagang yang rusak terkena banjir, dan ada juga pedagang yang meninggal dunia karena banjir.
"Sekarang akhirnya sudah bisa diatasi, sudah surut. Tinggal lumpurnya yang harus diberesin. Jadi jangan lupa Pak Wali Kota bersama-sama jajaran untuk bersihin. Supaya bisa dagang lagi," kata Koster saat memberikan sambutan di Pasar Kumbasari, Kamis (18/9).
Ia menerangkan, untuk jumlah kios yang terdampak banjir di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, semuanya ada 72 kios, lalu untuk jumlah los atau lapak pedagang ada 148 unit dan ada di lapak pelataran 418 unit dan totalnya adalah 638 unit.
"Untuk kios dibantu Rp10 juta, untuk los dibantu Rp5 juta. Dan untuk pelataran dibantu Rp3 juta. Ini angkanya dirembukkin bareng dengan Pak Walikota dan Wakil Walikota, bersama kepala pasar, enaknya bagaimana ini. Biar tidak ada masalah hukum di kemudian hari," ujarnya.
"Akhirnya disepakatilah besarnya adalah untuk los-nya Rp5 juta dan pelataran Rp3 juta. Jadi tidak ada perbedaan satu sama lain. Jadi untuk kios, los, dan pelataran, totalnya menjadi Rp2,7 miliar lebih," lanjutnya.
Advertisement
Bantuan Kerusakan Pura
Kemudian, Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar juga memberikan bantuan untuk kerusakan di Pura Melanting dan di Pura Taman Beji, di Kota Denpasar.
"Selain itu juga bantuan pura yang saya lihat, puranya rusak. Untuk Pura Melanting dibantu Rp429.500.000. Pura Taman Beji Rp281 juta. Jadi untuk pura totalnya Rp710 juta. Sehingga total bantuan untuk pedagang pasar dan pura menjadi Rp3.424.500.000 rupiah," ujarnya.
Gubernur Koster, juga menyebutkan bahwa ternyata pedagangnya total ada 638 kios, los dan pelataran. Tapi ada satu nama pedagang yang rangkap atau ada satu orang yang punya dua los. Jadi penerima bantuan ganti rugi totalnya orangnya adalah 373 orang.
"Yang memiliki kios 42 (orang) yang memiliki los 51 orang, dan pelataran 280 orang. Yang sudah ditransfer karena sudah memenuhi syarat, divalidasi, dicek rekeningnya, namanya, segala macam, yang sudah ditransfer Rp 3.123.500.000, dan yang belum ditransfer Rp 301 juta," ujarnya.
"Yang belum ditransfer ini karena satu orang pemilik kios rekeningnya tidak valid. Nanti tolong Pak Kepala BPBD Bali segera dirapikan rekeningnya supaya masuk. Jangan sampai salah sasaran. Kemudian 74 orang pemilik pelataran, meninggal 4 orang. Jadi (yang meninggal dunia) sudah masuk ke dalam santunan. Tapi nggak bisa rekeningnya ketemu, nanti (diserahkan) ke alih waris," jelasnya.
Advertisement
Ada Pedagang Menolak Bantuan
Kemudian, ada juga pedagang yang menolak bantuan sebanyak 3 orang, kemudian ada juga alamatnya tidak jelas 7 orang. Ada juga yang tidak bisa dihubungi sampai sekarang 2 orang daan belum ada rekening lagi 4 orang.
"Lagi proses validasi 53 orang. Jadi itu yang datanya yang sudah ditransfer maupun yang belum ditransfer," ujarnya.
Gubernur Koster juga menyampaikan, bahwa akibat banjir besar ada sebanyak 18 orang meninggal dunia. Di antaranya, 12 orang dari Kota Denpasar, 1 orang dari Kabupaten Badung, 2 orang dari Kabupaten Jembrana, dan 3 orang dari Kabupaten Gianyar.
"Yang meninggal ini diberikan santunan masing-masing dari pemerintah pusat Rp15 juta dari pemerintah provinsi Rp15 juta. Dan dari pemerintah Kota Denpasar Rp15 juta. Jadi total 1 korban yang meninggal ini dapatnya Rp45 juta," ujarnya.
"Nah dari 18 (korban meninggal dunia) yang sudah bisa ditransfer Rp17 orang. Yang satu orang keluarganya belum ketemu, yang berhak menerima belum ada. Jadi nanti kalau ada yang kenal, tolong ini supaya bisa kita realisasikan santunannya," ujarnya.
Sebelumnya, BPBD Provinsi Bali mencatat 18 orang tewas akibat banjir di wilayah Bali yang terjadi pada Rabu (10/9). Empat orang masih dalam pencarian.
"Korban meninggal dunia tercatat 18 orang, dengan 12 di antaranya di Kota Denpasar, tiga di Kabupaten Gianyar, dua di Kabupaten Jembrana, dan satu di Kabupaten Badung," kata Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/9).