Pemkot Pariaman Terima Bantuan Sembako Banjir Pariaman, Wawako: Sangat Membantu Warga

Pemkot Pariaman menerima Bantuan Sembako Banjir Pariaman dari berbagai pihak untuk korban terdampak cuaca ekstrem. Bantuan ini krusial di tengah status tanggap darurat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Pariaman Terima Bantuan Sembako Banjir Pariaman, Wawako: Sangat Membantu Warga
Pemkot Pariaman menerima Bantuan Sembako Banjir Pariaman dari berbagai pihak untuk korban terdampak cuaca ekstrem. Bantuan ini krusial di tengah status tanggap darurat. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, menerima bantuan sembako dari berbagai pihak pada Kamis (27/11). Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi korban banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda daerah tersebut sejak sepekan terakhir. Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menyatakan apresiasi tinggi atas dukungan yang diberikan.

Cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di sejumlah lokasi dan diperparah oleh curah hujan yang masih tinggi. Pemkot Pariaman telah menetapkan status tanggap darurat bencana ekstrem sejak 24 November 2025 hingga 1 Desember 2025. Kondisi ini menuntut penanganan cepat dan terkoordinasi dari pemerintah daerah.

Bantuan sembako yang terkumpul diserahkan di kawasan kantor wali kota dan akan diolah di Dapur Umum Tanggap Darurat Bencana. Dapur umum ini didirikan di Halaman Balai Kota Pariaman untuk memastikan distribusi makanan yang efisien. Upaya evakuasi warga juga terus dilakukan, terutama di Desa Pungguang Ladiang.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menyampaikan terima kasih atas Bantuan Sembako Banjir Pariaman yang telah diterima. Ia menegaskan bahwa bantuan ini sangat membantu warga Pariaman yang terdampak musibah banjir. "Terima kasih banyak bantuan yang diberikan, ini sangat membantu warga Pariaman yang menjadi korban banjir," kata Mulyadi di Pariaman, Kamis.

Mulyadi berharap agar bantuan serupa terus berdatangan jika cuaca ekstrem masih berlanjut di Pariaman. Bantuan tersebut dianggap sebagai amal jariah yang luar biasa bagi Pemkot Pariaman. "Bantuan yang diberikan menjadi hal yang luar biasa bagi kami, dan semoga bantuan yang diberikan menjadi amal jariah," ujarnya.

Pihak-pihak yang telah menyalurkan bantuan antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Pariaman serta Fraksi Demokrat DPRD Kota Pariaman. Kontribusi mereka menunjukkan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana banjir. Sinergi ini memperkuat upaya Pemkot dalam meringankan beban korban.

Kota Pariaman telah resmi menetapkan status tanggap darurat bencana ekstrem sejak 24 November 2025. Status ini akan berlaku hingga 1 Desember 2025, mengindikasikan tingkat keseriusan situasi. Penetapan status ini memungkinkan mobilisasi sumber daya yang lebih cepat dan efektif untuk penanganan banjir.

Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Ashar, menjelaskan bahwa Pemkot bahkan harus memaksa warga untuk dievakuasi. Hal ini dilakukan di Desa Pungguang Ladiang guna mengantisipasi korban akibat luapan Sungai Batang Mangor. "Kami memaksa warga untuk dievakuasi karena masih ada warga yang masih ingin bertahan di rumahnya," kata Afrizal Ashar di Pariaman.

Pemaksaan evakuasi ini perlu dilakukan karena hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur daerah tersebut. Ketinggian air sungai terus meningkat, mengancam keselamatan rumah warga yang terdampak banjir. Lokasi evakuasi sementara telah disiapkan di ruko yang tidak relatif jauh dari area bencana.

Dapur Umum Tanggap Darurat Bencana telah didirikan di Halaman Balai Kota Pariaman. Seluruh Bantuan Sembako Banjir Pariaman yang diterima akan diolah di dapur ini. Distribusi makanan siap saji menjadi salah satu fokus utama untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi yang terdampak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi