Sorot
{{caption}}
Restorasi Candi Prambanan Jadi Agenda PM India di Yogyakarta

{{caption}}
PM Modi Kunjungi RI, India Berharap Capai Kesepakatan soal BrahMos

{{caption}}
Survei KedaiKOPI: 66% Orangtua Dukung SPMB

{{caption}}
Uang Rp 1,5 Miliar untuk Kuliah Anak Rusak Terendam Banjir, BI Turun Tangan

{{caption}}
PM India Kunjungi Jakarta dan Yogyakarta pada 6–8 Juli

{{caption}}
Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap KPK, Wakil Bupati Menangis

Topik Terkait
{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp18.200 per Dolar AS Pagi Ini

Nilai tukar rupiah mencapai Rp 18.200 per dolar AS pada Selasa pagi. Para analis memprediksi bahwa pelemahan ini akan berlanjut hingga mencapai Rp 19.000.

{{caption}}
Pengamat Prediksi Nilai Tukar Rupiah Bisa Tembus Rp19.000 per USD Akhir Juni 2026

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah saat ini berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik yang membuat investor semakin berhati-hati.

{{caption}}
Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Pengamat Ungkap Pemicunya

Rupiah melemah ke Rp17.885 per dolar AS. Pengamat menilai tekanan berasal dari faktor struktural domestik dan pelebaran defisit transaksi berjalan.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah ke Level Rp17.420, Dipicu Gejolak Geopolitik Global

Ibrahim menilai, pelemahan rupiah masih dipengaruhi gejolak geopolitik antara Amerika Serikat dengan Iran.

{{caption}}
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.180 per Dolar AS

Rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dan cenderung melemah di kisaran Rp17.140–Rp17.180 per dolar AS, dipengaruhi tekanan global dan konflik Timur Tengah.

{{caption}}
Rupiah Masih Bertengger di level Rp 17.000, Ini Proyeksi Pekan Depan

Ibrahim memproyeksikan dalam sepekan terakhir, rupiah tercatat bergerak cukup lebar di rentang Rp 17.040 hingga Rp 17.200.

{{caption}}
Konflik Iran dan AS Tekan Rupiah ke Level Rp16.886

Rupiah melemah ke Rp16.886 per dolar AS dipicu konflik Iran, gangguan Selat Hormuz, serta kekhawatiran pasar terhadap data inflasi AS dan kredibilitas fiskal.

{{caption}}
Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS, Ini Faktornya

Rupiah melemah dilevel Rp 16.884 pada penutupan perdagangan, Rabu 18 Februari 2026 sore.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, Sentuh Level Segini

Ibrahim mengungkap sejumlah faktor yang mempengaruhi pelemahan Rupiah. Salah satunya, pasar berfokus terhadap pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve.

{{caption}}
Tekanan Global Mereda, Rupiah Diprediksi Tutup Menguat Hari Ini

Pengamat memproyeksikan rupiah ditutup menguat di kisaran Rp16.750–Rp16.900, dipengaruhi ketegangan geopolitik global dan kebijakan moneter AS.

{{caption}}
Rupiah Ditutup Sedikit Menguat, Imbas BI Pertahankan Suku Bunga Acuan?

Adapun faktor yang mempengaruhi penguatan rupiah yakni pasar saat ini menunggu pilihan Presiden AS Donald Trump untuk Ketua Fed menggantikan Jerome Powell.

{{caption}}
Rupiah Mendekati Rp17.000, Imbas BI Pertahankan Suku Bunga?

Pada perdagangan sore kemarin Rabu 21 Januari 2026 mata uang rupiah ditutup menguat 20 poin sebelumnya sempat melemah 20 poin di level Rp16.936.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Melemah Sentuh Level Rp17.952 per USD

Pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian atas kemajuan negosiasi perdamaian AS dan Iran.

{{caption}}
Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Tipis Hari Ini, Dipicu Kesepakatan AS-Iran untuk Hentikan Perang

Kondisi ini memungkinkan lalu lintas melalui Selat Hormuz untuk dimulai kembali, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan dan harga minyak.

{{caption}}
Kurs Rupiah Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Level Rp17.843 per USD

Faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah yakni sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer.

{{caption}}
Rupiah Diproyeksi Bergerak Melemah Pekan Depan, Masih Dibayangi Catatan MSCI

Adapun pada perdagangan Jumat (19/6), rupiah ditutup melemah tipis 7 poin menjadi Rp17.801 per USD dari posisi sebelumnya Rp17.794 per USD.

{{caption}}
Pakar Proyeksikan Harga Pertamax Turun Bertahap hingga Desember 2026

Harga Pertamax diprediksi akan mengalami penurunan bertahap hingga Desember 2026, menawarkan potensi keringanan bagi konsumen seiring stabilnya kondisi pasar global.

{{caption}}
IBC Ingatkan Stabilitas Rupiah Perlu Ditopang Kredibilitas Kebijakan Makro

Sebagai small open economy, Indonesia tidak dapat sepenuhnya melepaskan kebijakan moneternya dari dinamika global.

{{caption}}
Imbau Masyarakat Tak Panic Buying, BI Pastikan Kebutuhan Dolar AS di Money Changer Masih Terpenuhi

Bank Indonesia (BI) menegaskan bakal terus berupaya menggenjot berbagai kebijakan untuk meredam pelemahan rupiah.

{{caption}}
BI Ungkap Strategi Jaga Rupiah, Perkuat Likuiditas Valas dan Redam Panic Buying Dolar di Masyarakat

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap pelemahan rupiah, Bank Indonesia memastikan likuiditas valuta asing, khususnya dolar Amerika Serikat, tetap terjaga.

{{caption}}
HUT ke-7 PSAPI Soroti Dampak Pelemahan Rupiah ke Industri Penerbangan, Jadi Pukulan Telak Maskapai Nasional

Slogan yang digaungkan oleh Ketua PSAPI, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, itu terasa kontras dengan realitas pahit yang dipaparkan para narasumber.

{{caption}}
Pengamat: Pelemahan Rupiah Tak Terkait Pencalonan Thomas Djiwandono di BI

Tekanan terhadap Rupiah bersumber dari persoalan global yang jauh lebih kompleks dan struktural.

{{caption}}
Kurs Rupiah Nyaris Sentuh Level Rp17.000 per USD, Ternyata Ini Penyebabnya

Adapun faktor yang mempengaruhi pelemahan Rupiah yakni, pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa ia akan memberlakukan tarif baru pada 8 negara Eropa.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Tembus Rp 17.500 per USD Pada 2026, Simak Pemicunya!

Menurut Ibrahim, pelemahan Rupiah tidak bisa dilepaskan dari persoalan supply dan demand, terutama di sektor logam mulia.