Malang Bakal Punya Angkutan Baru: Pemkot Siapkan BTT dan Rerouting Rute Dukung TransJatim Malang
Pemerintah Kota Malang mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan dana BTT dan melakukan rerouting rute untuk mendukung operasional bus TransJatim Malang, memastikan mobilitas warga lebih lancar.
Pemerintah Kota Malang mengambil langkah konkret untuk mendukung penuh operasional bus TransJatim yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dukungan ini diwujudkan melalui alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) serta penataan ulang rute transportasi umum. Upaya ini bertujuan memastikan kelancaran dan efektivitas layanan angkutan massal tersebut bagi masyarakat.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa dua skema tersebut dirancang untuk menyiapkan angkutan pengumpan (feeder) bagi bus TransJatim. Feeder ini diharapkan dapat menjaring penumpang secara optimal. Penyesuaian rute juga penting agar tidak terjadi tumpang tindih dengan koridor utama TransJatim.
Rencana ini digagas mengingat bus TransJatim dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir November 2025. Tahap awal akan melayani rute Kota Malang-Kota Batu. Pemkot Malang berkomitmen penuh untuk menyukseskan program transportasi publik ini.
Alokasi Dana BTT untuk Angkutan Pengumpan
Wali Kota Wahyu Hidayat menegaskan bahwa dana Belanja Tidak Terduga (BTT) akan dialokasikan khusus untuk mendanai operasional angkutan pengumpan (feeder) TransJatim. Penggunaan BTT ini dinilai sah karena program tersebut merupakan prioritas. Program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Malang untuk kemudahan mobilitas.
Wahyu menjelaskan bahwa penggunaan BTT diperbolehkan untuk program prioritas. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 telah sepenuhnya terploting untuk program kerja Pemkot lainnya. Oleh karena itu, BTT menjadi solusi sementara yang efektif untuk memulai inisiatif penting ini.
Mengenai besaran nilai BTT yang akan digunakan, Pemkot Malang saat ini masih dalam proses penghitungan. Meskipun demikian, Wahyu memastikan bahwa kebutuhan anggaran untuk feeder akan terpenuhi. Ke depan, penganggaran akan dilakukan melalui APBD reguler untuk keberlanjutan program TransJatim Malang ini.
Penataan Ulang Rute (Rerouting) untuk Efisiensi Transportasi
Selain dukungan finansial, Pemkot Malang juga akan melakukan penataan ulang rute atau rerouting transportasi umum. Langkah ini krusial agar operasional angkutan pengumpan dapat selaras dengan koridor utama bus TransJatim. Rerouting bertujuan untuk menghindari tumpang tindih rute dan meningkatkan efisiensi layanan.
Wahyu Hidayat menambahkan bahwa rerouting juga berfungsi untuk meremajakan rute transportasi umum yang sudah ada. Terutama angkutan kota (angkot) yang telah lama tidak mengalami pembaruan. Penyesuaian rute ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk menyeimbangkan rute TransJatim dengan rute-rute angkutan umum lainnya. "Saya akan mengevaluasi secara keseluruhan dengan mengimbangi rute TransJatim, baru nanti ada rute-rute yang lain," ujar Wahyu. Hal ini penting demi menciptakan jaringan transportasi yang optimal di Kota Malang.
Optimisme Terhadap Manfaat Bus TransJatim
Bus TransJatim dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir November 2025, dengan koridor awal melayani rute Kota Malang-Kota Batu. Meskipun total ada empat koridor yang direncanakan, tahap pertama ini akan fokus pada satu koridor. Sebanyak 15 unit armada bus TransJatim akan disediakan, dengan 14 unit beroperasi dan satu unit sebagai cadangan.
Wali Kota Wahyu Hidayat optimistis bahwa operasional TransJatim secara maksimal akan membawa banyak manfaat. Program ini diharapkan dapat menghadirkan kemudahan mobilisasi bagi masyarakat. Selain itu, TransJatim juga berpotensi meningkatkan perekonomian lokal melalui aksesibilitas yang lebih baik.
"Semua rute TransJatim nanti sudah melalui perkantoran, area pendidikan, lain-lain," kata Wahyu. Ia menambahkan bahwa hal ini akan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat pengguna. Keberadaan bus TransJatim juga diharapkan mampu meminimalisir kemacetan di wilayah Kota Malang dan sekitarnya.
Sumber: AntaraNews