KAI Dukung Integrasi Bus TransJatim Stasiun Malang, Mudahkan Akses Penumpang
PT KAI Daop 8 Surabaya menegaskan operasional Bus TransJatim di Malang Raya wujudkan Integrasi Bus TransJatim Stasiun Malang, permudah akses dan dorong transportasi berkelanjutan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengapresiasi operasional Bus TransJatim di wilayah Malang Raya. Langkah ini secara signifikan mampu menciptakan integrasi antar angkutan umum yang efektif. Tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses Stasiun Malang dengan lebih efisien dan nyaman.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyatakan bahwa sisi timur Stasiun Malang telah ditetapkan sebagai rute pemberhentian Bus TransJatim. Penempatan ini dirancang untuk memaksimalkan konektivitas moda transportasi. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya besar KAI untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang berkelanjutan.
Integrasi ini juga bertujuan menggerakkan transportasi berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan terkait. Layanan Bus TransJatim koridor 8 atau Malang Raya sendiri mulai beroperasi pada Kamis, 20 November, dengan 15 unit bus. Kehadirannya diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat untuk lebih memprioritaskan transportasi umum.
Integrasi Antarmoda Dorong Transportasi Berkelanjutan
Luqman Arif menegaskan bahwa integrasi Bus TransJatim Stasiun Malang menjadi pilar penting dalam visi KAI. Kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan ekosistem transportasi publik yang lebih efisien. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi karbon.
Menurutnya, layanan Bus TransJatim di Malang Raya harus dimaksimalkan oleh setiap penumpang kereta api. Selain menawarkan jadwal yang teratur, penggunaan bus ini juga mampu menghemat biaya perjalanan. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin bepergian.
Tarif yang diberlakukan sangat terjangkau, yakni Rp5 ribu untuk penumpang umum dan Rp2.500 untuk kategori pelajar. Kebijakan tarif ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. Dengan demikian, tujuan untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara dapat tercapai secara bertahap.
Kemudahan Akses dan Manfaat Ekonomi di Stasiun Malang
Kehadiran Bus TransJatim di Stasiun Malang memberikan kemudahan akses yang signifikan bagi ribuan penumpang kereta api. Setiap harinya, Stasiun Malang melayani 12 jadwal keberangkatan kereta api jarak jauh. Jumlah total penumpang yang dilayani mencapai lebih dari tiga ribu orang.
Luqman Arif menjelaskan bahwa Bus TransJatim juga melayani penumpang di Stasiun Malang sisi barat. Sisi barat ini biasa digunakan oleh pelanggan kereta api lokal Commuterline untuk naik dan turun. Ini menunjukkan cakupan layanan yang komprehensif, mencakup berbagai jenis penumpang kereta api.
Optimalisasi unit transportasi ini bertujuan membentuk kebiasaan baru bagi masyarakat. Kebiasaan ini adalah memprioritaskan penggunaan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari. Manfaatnya tidak hanya pada pengurangan polusi, tetapi juga pada efisiensi waktu perjalanan.
Kolaborasi Berkelanjutan untuk Layanan Publik Optimal
PT KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh operator transportasi darat. Tujuannya adalah untuk membentuk layanan transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan. Integrasi Bus TransJatim Stasiun Malang adalah bukti nyata dari komitmen ini.
Luqman Arif menyatakan, "Dengan hadirnya TransJatim di Stasiun Malang ini, diharapkan pengalaman perjalanan pelanggan menjadi semakin mudah, menyenangkan, dan ramah lingkungan." Pernyataan ini menggarisbawahi harapan besar KAI terhadap dampak positif dari integrasi ini. Kolaborasi ini akan terus dikembangkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih baik.
Upaya ini tidak hanya terbatas pada Malang Raya, tetapi juga menjadi model bagi daerah lain. Dengan demikian, masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati kemudahan akses dan manfaat ekonomi dari transportasi umum yang terintegrasi. KAI berharap dapat terus menjadi pelopor dalam inovasi transportasi publik.
Sumber: AntaraNews