Warga Antusias Padati LRT Jabodebek Nikmati Tarif Lebaran Rp1 Menuju Dukuh Atas
Libur Lebaran 2026, warga Jakarta dan sekitarnya memadati layanan LRT Jabodebek, memanfaatkan promo Tarif Lebaran Rp1 untuk berwisata dan bersilaturahmi, khususnya menuju Stasiun Dukuh Atas yang terintegrasi.
Jakarta, Merdeka.com – Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 menjadi momen bagi masyarakat untuk berkumpul dan berwisata. Sejumlah warga terlihat memadati layanan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek, memanfaatkan kesempatan istimewa berupa tarif khusus sebesar Rp1.
Kepadatan penumpang ini terutama terlihat pada rute menuju Stasiun Dukuh Atas, yang menjadi pusat integrasi berbagai moda transportasi publik di ibu kota. Kebijakan tarif spesial ini bertujuan untuk mendorong minat masyarakat menggunakan transportasi umum selama periode libur Lebaran yang identik dengan tingginya mobilitas.
Promo Tarif Lebaran Rp1 ini berlaku hingga hari kedua Lebaran 2026, Minggu (22/3), mencakup seluruh rute perjalanan LRT Jabodebek. Selain LRT Jabodebek, tarif serupa juga diberlakukan untuk MRT dan Transjakarta, memberikan kemudahan akses bagi warga untuk menjelajahi Jakarta dengan biaya yang sangat terjangkau.
Antusiasme Warga Nikmati Tarif Spesial
Antusiasme masyarakat terhadap promo Tarif Lebaran Rp1 ini sangat tinggi, terlihat dari kepadatan penumpang sejak pagi hingga sore hari. Mayoritas penumpang adalah warga yang ingin berwisata atau bersilaturahmi ke pusat kota.
Zahra (32), seorang warga asal Bekasi, mengaku sengaja menggunakan LRT untuk berlibur bersama keluarganya. Ia menilai LRT lebih praktis dan tarifnya sangat terjangkau saat Lebaran, dengan tujuan utama ke Dukuh Atas untuk melanjutkan perjalanan ke Sudirman.
“Lebih praktis naik LRT, apalagi tarifnya masih terjangkau banget pas Lebaran. Kami mau ke Dukuh Atas, lanjut jalan-jalan ke Sudirman,” kata Zahra saat ditemui di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu (22/3).
Pengguna LRT Jabodebek umumnya berangkat dari stasiun-stasiun seperti Kampung Rambutan, Ciliwung, hingga TMII, menuju pusat kota melalui Stasiun Dukuh Atas.
LRT Jabodebek Solusi Hindari Kemacetan
Selain faktor biaya, kenyamanan dan efisiensi waktu menjadi alasan utama warga memilih LRT Jabodebek. Ardi (27), warga Cibubur, memilih transportasi ini untuk menghindari kemacetan parah yang kerap terjadi di jalan tol saat libur Lebaran.
Menurut Ardi, menggunakan LRT jauh lebih cepat dan nyaman, apalagi Stasiun Dukuh Atas menjadi pusat transportasi yang terintegrasi. “Kalau pakai kendaraan pribadi pasti macet. Naik LRT lebih cepat dan nyaman, apalagi langsung ke Dukuh Atas yang jadi pusat transportasi,” ujarnya.
Kenyamanan selama perjalanan juga menjadi nilai tambah. Ardi menambahkan bahwa di dalam LRT, ia bisa lebih santai, bahkan dapat melihat ponsel atau beristirahat tanpa harus fokus mengemudi. Ini sangat berbeda dengan mengendarai mobil pribadi yang mengharuskan pengemudi menghadapi kemacetan dan kelelahan.
Dukuh Atas sebagai Pusat Integrasi Transportasi
Stasiun Dukuh Atas memang dikenal sebagai simpul penting dalam sistem transportasi publik Jakarta. Stasiun ini terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, seperti MRT, KRL Commuter Line, dan Transjakarta.
Integrasi ini memudahkan penumpang untuk berpindah dari satu moda ke moda lainnya, sehingga akses ke berbagai destinasi wisata di Jakarta menjadi lebih mudah. Zahra juga menyoroti kemudahan ini, “Stasiun Dukuh Atas terintegrasi ke semua kan, jadinya memudahkan akses kita ke berbagai destinasi wisata di Jakarta.”
Fasilitas ini menjadikan LRT Jabodebek pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin berlibur tanpa perlu khawatir akan kesulitan akses atau biaya transportasi yang mahal. PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator LRT Jabodebek berharap kebijakan tarif Rp1 ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk terus menggunakan transportasi publik.
Sumber: AntaraNews