Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Capai 5,85 Persen, Sekda Jabar Ungkap Pemicunya
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat mencapai 5,85 persen, melampaui rata-rata nasional dan didorong oleh investasi serta belanja pemerintah.
Cirebon – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa perekonomian Provinsi Jawa Barat menunjukkan perbaikan signifikan dalam satu tahun terakhir. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) daerah ini berhasil menembus angka 5,85 persen (year on year/yoy).
Capaian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Jawa Barat, mengingat angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 5,2 persen. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,39 persen.
Herman Suryatman menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kumulatif dari sejumlah variabel penting. Faktor-faktor pendorong utama meliputi belanja pemerintah (government spending), investasi, konsumsi masyarakat, serta kinerja ekspor dan impor daerah.
Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat yang Signifikan
Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,85 persen dalam setahun terakhir menjadi indikator kuat pemulihan dan penguatan ekonomi regional. Angka ini tidak hanya menunjukkan peningkatan dari periode sebelumnya, tetapi juga menegaskan posisi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang solid di Indonesia.
Herman Suryatman menekankan pentingnya capaian ini sebagai motivasi untuk terus bekerja lebih giat. “Untuk LPE menembus 5,85 persen. Jabar bertumbuh dan tentu ini harus kita syukuri agar kita bekerja lebih rajin lagi,” kata Herman dalam keterangan yang diterima di Cirebon.
Peningkatan LPE ini mencerminkan dinamika positif di berbagai sektor ekonomi. Kondisi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Peran Investasi dan Belanja Pemerintah sebagai Pendorong Utama
Investasi menjadi salah satu tulang punggung utama dalam mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat. Herman Suryatman menyebutkan bahwa realisasi penanaman modal di Jawa Barat dalam setahun terakhir menembus Rp296,8 triliun.
Angka ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dan berkontribusi signifikan, kurang lebih 30 persen, terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain investasi, belanja pemerintah juga memiliki peran krusial.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki kapasitas APBD sebesar Rp32 triliun, dan hampir seluruh anggaran tersebut dibelanjakan secara optimal. Belanja pemerintah ini memberikan kontribusi sekitar 10 persen terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.
Ditambah lagi, optimalisasi belanja APBD kabupaten/kota yang totalnya mencapai Rp115 triliun turut memperkuat daya dorong ekonomi. Herman menegaskan, “Tidak ada anggaran yang tidak termanfaatkan. Fungsi APBD adalah mendorong perekonomian daerah dan menyejahterakan masyarakat.”
Kinerja Perdagangan dan Dampak Sosial Ekonomi
Sektor perdagangan luar negeri juga menunjukkan kinerja yang membanggakan bagi Jawa Barat. Provinsi ini mencatatkan surplus sebesar 24 miliar dolar AS.
Nilai ekspor mencapai 34 miliar dolar AS, sementara impor sekitar 10 miliar dolar AS. Kontribusi ekspor-impor terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan sekitar 10 persen.
Selain indikator ekonomi makro, kondisi sosial ekonomi masyarakat juga mengalami perbaikan. Angka kemiskinan di Jawa Barat mengalami penurunan dari 7,02 persen menjadi 6,78 persen dalam setahun terakhir.
Demikian pula, angka pengangguran turun dari 6,77 persen menjadi 6,66 persen. Data-data ini menjadi indikator membaiknya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Jawa Barat.
Sumber: AntaraNews